balibercerita.com –
Desa Adat Kuta menggelar upacara Pamahayu Jagat Pemarisudha Bumi sekaligus ngaturang pakelem ring telengin segara, Minggu (21/9). Upacara ini tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga simbol kepedulian masyarakat adat terhadap keseimbangan alam, khususnya kawasan pesisir Kuta yang kerap menghadapi tantangan bencana seperti banjir di masa peralihan musim.
Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menyampaikan bahwa prosesi ini merupakan permohonan kepada Ida Sang Hyang Baruna agar alam semesta senantiasa diberkahi keselamatan. “Upacara ini kami laksanakan dengan tulus ikhlas, memohon agar diberikan keselamatan dalam menjalankan swadharma dan swakarma. Juga sebagai panyupatan bila ada kekeliruan manusia terhadap alam,” jelasnya.
Sebagai bagian dari ritual, tirta telengin segara dan beras tawur dibagikan kepada krama (warga). Masyarakat kemudian diminta untuk memercikkan tirta tersebut di rumah dan di tempat suci keluarga masing-masing sebagai simbol panyupatan sekaligus doa keselamatan.
Selain bermakna religius, upacara ini juga menjadi pengingat bahwa kelestarian alam memiliki peran vital bagi keberlanjutan Kuta sebagai destinasi wisata dunia. Hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta diyakini akan menjaga kawasan pesisir tetap ajeg, aman dari bencana, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat lokal maupun wisatawan. “Melalui ritual ini, kami berharap masyarakat kami senantiasa diberkahi keselamatan, jauh dari bencana,” tutupnya. (BC5)















