Mangupura, balibercerita.com –
Upacara keagamaan yang digelar di pesisir Pantai Bingin pada Selasa (22/7) sore, sempat menimbulkan berbagai asumsi di media sosial. Beberapa warganet mengaitkannya dengan pembongkaran 48 usaha pariwisata ilegal yang sebelumnya beroperasi di kawasan tersebut. Namun hal itu bukanlah prosesi mepamit, melainkan wujud ucapan terima kasih dan memohon keselamatan kepada dewa penguasa laut.
Koordinator Paguyuban Pedagang Pantai Bingin, I Nyoman Musadi menjelaskan bahwa upacara tersebut merupakan pecaruan asu belang bungkem yang digelar sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada alam semesta. Upacara ini dipimpin oleh Ida Rsi Agung Umadatu dari Gianyar dan diikuti oleh puluhan anggota sekaa warung serta para pekerja lokal yang menggantungkan hidup di Pantai Bingin.
“Upacara ini tidak ada kaitannya dengan pembongkaran. Ini murni persembahan kami untuk Batara Baruna, penguasa lautan. Kami mohon agar laut tetap memberi berkah dan Pantai Bingin tetap aman dari bencana,” tegas Musadi.
Musadi menambahkan, ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal yang rutin dilakukan sebagai bentuk harmonisasi antara manusia dengan alam, khususnya laut yang menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat sekitar. (BC5)
















