Pecaruan Memohon Keselamatan, Upacara di Pantai Bingin Bukan Terkait Pembongkaran

0
287
Pantai Bingin
Prosesi pecaruan di Pantai Bingin. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Upacara keagamaan yang digelar di pesisir Pantai Bingin pada Selasa (22/7) sore, sempat menimbulkan berbagai asumsi di media sosial. Beberapa warganet mengaitkannya dengan pembongkaran 48 usaha pariwisata ilegal yang sebelumnya beroperasi di kawasan tersebut. Namun hal itu bukanlah prosesi mepamit, melainkan wujud ucapan terima kasih dan memohon keselamatan kepada dewa penguasa laut.

Baca Juga:   Desa Adat Kedonganan Akan Gelar Ngusaba Desa

Koordinator Paguyuban Pedagang Pantai Bingin, I Nyoman Musadi menjelaskan bahwa upacara tersebut merupakan pecaruan asu belang bungkem yang digelar sebagai bentuk rasa syukur dan permohonan keselamatan kepada alam semesta. Upacara ini dipimpin oleh Ida Rsi Agung Umadatu dari Gianyar dan diikuti oleh puluhan anggota sekaa warung serta para pekerja lokal yang menggantungkan hidup di Pantai Bingin.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Bersama Bupati Badung Buka SPB FEST #4, Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Tradisi Layang-layang Bali

“Upacara ini tidak ada kaitannya dengan pembongkaran. Ini murni persembahan kami untuk Batara Baruna, penguasa lautan. Kami mohon agar laut tetap memberi berkah dan Pantai Bingin tetap aman dari bencana,” tegas Musadi.

Baca Juga:   Kasanga Festival 2023 Bertabur Kreasi Seni dan Budaya

Musadi menambahkan, ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi lokal yang rutin dilakukan sebagai bentuk harmonisasi antara manusia dengan alam, khususnya laut yang menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat sekitar. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini