Anggaran Infrastruktur Dirancang 54,86 Persen, Ketua DPRD Badung Sebut Luar Biasa

0
256
Badung
Suasana rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (22/7). (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
DPRD Badung mendukung penuh fokus Pemkab Badung pada pembangunan infrastruktur. Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan, dalam rancangan perubahan KUA-PPAS 2025, alokasi anggaran infrastruktur mencapai 54,86 persen dari total belanja daerah yang mencapai Rp12,791 triliun.

“Ini sangat luar biasa. Tentu kita dukung karena infrastruktur ini, terutama jalan, penting untuk dipikirkan,” katanya.

Menurutnya, kemacetan di Badung sudah sedemikian parah. Maka, perlu solusi dengan memikirkan jalan terbaik bagi Badung dengan memperhatikan kearifan lokal. “Karena tidak mungkin kita membuat flyover,” papar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Baca Juga:   Dukung Vaksinasi Massal, Pramuka Peduli Bersinergi Dengan Binda Bali dan Diskes Kota Denpasar

Pernyataan Anom Gumanti ini menyambut penjelasan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa terkait sejumlah ranperda yakni, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana 2025–2029, Perubahan atas Perda Nomor 7 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta Perubahan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2025, yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Badung, Selasa (22/7).

Baca Juga:   Tak Jera Meski Ada Larangan, Truk Pasir Kembali Terguling di Tanjakan Goa Gong

dalam Rancangan Perubahan KUA PPAS 2025 yang disampaikan Bupati Adi Arnawa, pendapatan daerah dirancang Rp11,1 triliun lebih, terdiri dari PAD Rp10,1 triliun lebih dan pendapatan transfer Rp979 miliar lebih.

Kemudian, belanja daerah dirancang Rp12,7 triliun lebih, terdiri dari belanja operasi Rp6,5 triliun lebih, belanja modal Rp4,4 triliun lebih, belanja tidak terduga Rp158 miliar lebih, dan belanja transfer Rp1,6 triliun lebih.

Baca Juga:   Kawanan Lebah Melintas di Tol Bali Mandara, BKSDA: Fenomena Alami Akibat Perpindahan Koloni

Penerimaan pembiayaan dirancang Rp1,8 triliun lebih, terdiri dari sisa lebih penghitungan tahun sebelumnya Rp381 miliar lebih dan pinjaman daerah sebesar Rp1,45 triliun. Sementara, pengeluaran pembiayaan dirancang sebesar Rp200 miliar untuk penyertaan modal pada PT Bank BPD Bali. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini