Denpasar, balibercerita.com –
The Lantis adalah band indie pop asal Indonesia yang dibentuk pada tahun 2020. Terdiri dari Giri Virandi (bass & vokal), Ravi Rinaldy (gitar & vokal), dan M. Rifky Dzaky Fauzan atau Ojan (gitar), mereka menghadirkan perpaduan unik antara nuansa indie pop retro dan elemen modern.
Terinspirasi dari musisi legendaris seperti The Beatles, Arctic Monkeys, Naif, dan The Changcuters, The Lantis hadir sebagai suara baru yang segar dalam industri musik tanah air. Album perdana mereka, Pilot (2021), melambungkan nama The Lantis melalui lagu “Lampu Merah” yang mendadak viral secara global pada penghujung 2023.
Kesuksesan tersebut disusul oleh album kedua mereka, Pancarona (2024), yang menghadirkan “Halo Jakarta”, lagu yang berhasil masuk nominasi AMI Awards dalam kategori Duo/Grup/Kolaborasi Alternatif Terbaik.
Pada tahun yang sama, The Lantis merilis single “Bunga Maaf” yang meledak di berbagai platform digital. Lagu ini menduduki posisi 2 di Spotify Daily Chart Indonesia dan posisi 6 di Malaysia. Dengan lebih dari 119 juta streaming dan digunakan dalam lebih dari 1 juta konten media sosial, “Bunga Maaf” menjadi fenomena tersendiri yang memperlihatkan kematangan The Lantis dalam bermusik, baik dari sisi penampilan panggung maupun proses kreatif, terutama dalam penulisan lirik.
The Lantis dikenal piawai mengolah tema-tema emosional yang jarang dibahas seperti kesepian, keterasingan, dan pencarian identitas menjadikan mereka sebagai suara dari “unspoken generation”: generasi yang merasa terjepit di antara dominasi baby boomers dan millennials. Lewat karya-karya mereka, The Lantis mengangkat emosi-emosi yang kerap terpendam, menjadikannya sajian musik yang jujur, dalam, dan relatable.
Meski ketiganya memiliki kepribadian berbeda; Giri yang nyeleneh dan blak-blakan, Ravi yang terlihat dingin tapi sesungguhnya hangat dan reflektif, serta Ojan yang pendiam namun memikat lewat kehadirannya yang canggung, mereka bersatu dalam sinergi musikal yang khas. Karisma kolektif mereka tumbuh dari kecintaan terhadap musik, menghasilkan karya yang bukan hanya menghibur, tapi juga menggugah. (BC5)














