Mangupura, balibercerita.com –
Operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai relatif berjalan normal saat terjadinya listrik padam pada Jumat (2/5) sore. Hal ini dikarenakan bandara Ngurah Rai merupakan objek vital nasional, sehingga opsi-opsi darurat telah disediakan untuk mengantisipasi dampak gangguan. Hanya saja, sejumlah penerbangan sempat mengalami keterlambatan akibat proses pemindahan sumber listrik dari PLN ke genset.
General Manager Bandara Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab menerangkan bahwa kebutuhan listrik operasional di Bandara Ngurah Rai pada saat terjadinya listrik padam dilakukan dengan menggunakan suplai listrik cadangan dari genset. Hal ini membuat kondisi bandara tidak mengalami kendala berarti, namun ada keterlambatan untuk penerbangan keberangkatan dikarenakan waktu perpindahan sumber listrik dari PLN ke genset yang berdampak pada waktu transisi sistem untuk memulai ulang (restart). “Kami pastikan bahan bakar solar terpenuhi sebagai langkah antisipasi. Kami berupaya optimal memberikan pelayanan di tengah situasi ini dan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memantau perkembangan,” terangnya.
Ia menegaskan bahwa SOP dan fasilitas cadangan listrik yakni genset berfungsi dengan baik, sehingga saat suplai listrik dari PLN sempat terganggu, operasional dan pelayanan tetap dapat berjalan menggunakan suplai listrik dari genset. Peralihan dari PLN ke genset berjalan cepat kurang dari 60 detik. Meski sempat terjadi keterlambatan proses pelayanan keberangkatan karena transisi sumber listrik dari PLN ke genset, namun tidak terdapat penerbangan yang terdampak signifikan karena suplai listrik dari PLN cepat teratasi dan genset bekerja dengan baik.
Saat kejadian, proses pelayanan pesawat yang tiba masih berjalan dengan normal. Proses keberangkatan dan kedatangan tetap berjalan, termasuk proses check in, pemberangkatan (boarding) dan proses pengambilan bagasi. Pada pukul 17.12 Wita, suplai listrik dari PLN di Bandara I Gusti Ngurah Rai telah berjalan normal.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto menyampaikan bahwa PLN bergerak cepat untuk memulihkan pasokan listrik. Kurang dari 30 menit setelah kejadian, suplai listrik sudah masuk secara bertahap. Pada pukul 18.30 Wita, 50 persen pelanggan terdampak telah kembali mendapat pasokan listrik. “Ratusan personel juga telah diterjunkan dengan peralatan lengkap untuk melakukan perbaikan dan memastikan sistem kelistrikan kembali normal,” bebernya. (BC5)
















