Cuaca Ekstrem Melanda Sejumlah Daerah di Periode Nataru

0
229
Cuaca
Dwikorita Karnawati (tengah) bersama jajaran Manajemen Angkasa Pura I beberapa waktu lalu. (BC5)

Denpasar, balibercerita.com – 

Sejak tanggal 21 Desember 2022 sampai 1 Januari 2023, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi adanya cuaca ekstrem. Berdasarkan data analisis cuaca BMKG di seluruh Indonesia, terdapat potensi signifikan dinamika atmosfer selama sepekan kedepan. Hal itu dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia khususnya selama periode Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, ada beberapa faktor yang memicu dinamika atmosfer tersebut. Pertama, adanya peningkatan aktivitas Monsun Asia yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di wilayah Indonesia bagian barat, tengah, dan selatan. 

Kedua, intensifikasi seruakan dingin Asia yang dapat meningkatkan kecepatan angin permukaan di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan, serta meningkatkan potensi awan hujan di sekitar Kalimantan, Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. 

Baca Juga:   Cegah Stunting, Gemarikan Digelar di Desa Selat

Ketiga, adanya indikasi pembentukan pusat tekanan rendah di sekitar wilayah perairan selatan Indonesia yang dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan konvektif yang cukup masif dan berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi, peningkatan kecepatan angin permukaan, serta peningkatan tinggi gelombang di sekitarnya. 

Keempat, terpantaunya beberapa aktivitas gelombang atmosfer, yaitu fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang terbentuk bersamaan dengan gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial. Kondisi tersebut berkontribusi signifikan terhadap peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan timur.

Berdasarkan platform informasi Prakiraan Berbasis Dampak BMKG, pada tanggal 21 – 23 Desember 2022 ada beberapa wilayah dengan potensi siaga yang perlu diwaspadai. Yaitu, sebagian wilayah Aceh, sebagian wilayah Sumatera Utara, sebagian wilayah Riau, sebagian wilayah Jawa Barat, sebagian wilayah Jawa Tengah, sebagian wilayah Jawa Timur, sebagian wilayah Nusa Tenggara Timur, sebagian wilayah Kalimantan Barat, sebagian wilayah Kalimantan Timur, sebagian wilayah Kalimantan Utara, sebagian wilayah Maluku, dan sebagian wilayah Papua. 

Baca Juga:   ITDC Borong Empat Penghargaan ESG 2025

“Khusus untuk tanggal 24 Desember 2022, Potensi Siaga dari prakiraan berbasis dampak perlu diwaspadai di sebagian wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan,” ucapnya.

Pada tanggal 25 Desember 2022 hingga 1 Januari 2023, perlu diwaspadai potensi hujan dengan intensitas signifikan. Untuk hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku. Sedangkan potensi Hujan Sedang hingga Lebat dapat terjadi di wilayah Aceh, Lampung, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Baca Juga:   Denpasar Harmonisasi Enam Regulasi: Perkuat UMKM, Air Bersih, Telekomunikasi, dan Data Kesehatan

Sementara itu untuk potensi gelombang tinggi di wilayah perairan Indonesia pada periode tanggal 23 – 27 Desember 2022, perlu diwaspadai beberapa hal. Yaitu tinggi gelombang 4 sampai 6 meter di Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan Bali, Laut Natuna Utara, Selat Makassar bagian selatan. Kategori tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter di perairan Aceh, Laut Natuna, Selat Karimata, Laut Jawa, Laut Bali, Laut Sumbawa, Laut Flores, Selat Sunda, Perairan selatan Banten, Perairan selatan Jawa, Perairan selatan Bali, Perairan selatan Lombok, Perairan selatan Sumbawa, Perairan P. Sumba, Perairan barat Sulawesi Selatan, Selat Makassar bagian utara, Perairan Halmahera, Laut Arafuru bagian barat, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Hindia selatan NTT. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini