Mangupura, balibercerita.com –
Warga Banjar Dinas Giri Sari, Desa Pecatu, yang dievakuasi dari tebing di sebelah selatan Pura Selonding, Desa Pecatu, Sabtu (4/6), diperkirakan merupakan korban bunuh diri. Pria berinisial MD (38) itu nekat menceburkan diri dari tebing yang memiliki kedalaman 200 meter. Namun jenazah korban ditemukan di kedalaman 100 meter dari lokasi bibir tebing, dengan kondisi mengalami sejumlah luka akibat benturan di tebing.
Menurut Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta, indikasi temuan mayat di dasar jurang itu pertama kali diungkap oleh wisatawan yang saat itu sedang bersepeda di sekitar lokasi kejadian. Wisatawan itu melihat adanya sepeda motor yang sedang parkir di sekitar bibir tebing, yang di atasnya terdapat sebuah ponsel. Karena handphone itu terus berdering, maka para wisatawan itu memberanikan diri untuk melihat dan mengangkat panggilan di ponsel itu.
“Saat mereka mengangkat telepon, awalnya mereka tidak mengerti. Sebab yang menelepon menggunakan bahasa Bali. Yang telepon itu kebetulan kerabat dari korban ini,” jelasnya.
Karena tidak terlalu paham, wisatawan itu kemudian hanya menginformasikan bahwa ponsel itu ditemukan di sekitar Pura Selonding bersama motor yang terparkir. Keluarga korban kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan korban. Karena keluarga dan kerabat tidak menemukan korban, mereka kemudian berusaha melakukan pencarian di bagian atas bibir tebing. Mereka kemudian melakukan penyisiran hingga ke dasar jurang, dan ditemukanlah korban di kedalaman 100 meter.
“Jadi kerabat korban itu merangkak di pinggiran jurang. Pada kedalaman 100 meter dari bibir tebing, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan sejumlah luka di sekujur tubuh,” ungkapnya.
Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya dengan nekat melompat dari atas tebing. Berkaca dari lokasi temuan, diperkirakan korban melompat dengan cara berlari menceburkan diri. Sebab jika korban hanya terjun biasa, kemungkinan ia tidak sampai ke kedalaman 100 meter. Sebab ada pepohonan di kisaran 20-50 meter, yang tentunya berpotensi membuat korban tersangkut di sana.
Berdasarkan sejumlah informasi yang diterima dari pihak keluarga, sebelumnya korban sempat mengirimkan pesan singkat WhatsApp kepada sejumlah kerabat dekatnya. Ia berpesan untuk menjaga kedua orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Selama ini kehidupan korban bersama keluarga diketahui dalam keadaan baik dan tidak ada permasalahan yang dihadapi. Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya karena terlilit utang pinjaman online (pinjol).
“Namun dugaan awal aksi korban karena terlilit utang pinjaman online. Mungkin korban tidak kuat diteror oleh pinjol. Tapi ini masih dugaan, karena kalau persoalan keluarga itu tidak ada. Selama ini cukup baik kehidupan di keluarga korban,” bebernya.
Setelah dievakuasi oleh petugas Basarnas, jenazah korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka. Atas dasar pertimbangan keluarga besar, jenazah langsung dimakamkan pada Sabtu malam. Nanti, pihaknya di desa adat juga akan menggelar upacara pembersihan yang rencananya dilakukan pada Senin (6/6).
Sebelumnya, Kepala Basarnas Denpasar, I Gede Darmada menerangkan bahwa laporan temuan mayat di dasar jurang Pura Selonding diterima pihaknya pada Sabtu pukul 10.30 Wita. Untuk mengevakuasi korban, pihaknya mengerahkan 7 orang petugas dan berkoordinasi dengan BPBD Badung.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan Larkin Rescue Frame dan peralatan mountaineering tim SAR. “Proses evakuasi dilakukan kurang lebih 2 jam. Usai evakuasi, petugas kepolisian langsung melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban,” terangnya
Dari kondisi tubuh korban, ditemukan sejumlah luka yang diduga terkena benturan keras. Karena tidak menemukan tanda-tanda kekerasan, jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah duka menggunakan ambulance BPBD Kabupaten Badung. (BC5)



















