Wujud Bhakti Kepada Leluhur, Desa Adat Jumpeng Gelar Upacara Pitra Yadnya 

0
313
Sekda Adi Arnawa menghadiri upacara pitra yadnya di jaba Pura Puseh Desa Adat Jempeng.
Sekda Adi Arnawa menghadiri upacara pitra yadnya di jaba Pura Puseh Desa Adat Jempeng. (ist)

Mangupura, balibercerita.com – 

Krama Desa Adat Jempeng, Kecamatan Abiansemal, melaksanakan upacara pitra yadnya di jaba Pura Puseh Desa Adat Jempeng, Senin (21/3). Dalam proses tersebut, sebanyak 50 sawa ikut dalam prosesi mabejian, ngeseng dan nyekah. 

Selain itu, dilaksanakan prosesi metatah yang diikuti oleh 100 orang peserta. Puncak karya bertepatan dengan Anggara Paing Watugunung. Upacara dipuput Ida Pandita Empu Putra Paramadaksa. 

Mewakili Bupati Badung, Sekda Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi tersebut. Kehadiran Sekda didampingi anggota DPRD Badung, I Nyoman Dirgayusa, Kadisbud, I Gde Eka Sudarwitha, Camat Abiansemal I.B. Putu Mas Arimbawa bersama Tripika Abiansemal, Ketua Panitia Karya, I Made Subaga, Bendesa Adat Jepun dan Perbekel Taman. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Adi Arnawa menyerahkan dana punia secara simbolis sebesar Rp 250 juta yang diterima I Made Subaga.

Baca Juga:   Video Kerauhan Kerap Viral dan Munculkan Polemik, Ini Pendapat Penekun Spiritual 

Sekda Adi Arnawa mengungkapkan bahwa pelestarian seni, adat, agama dan budaya di Kabupaten Badung sudah menjadi program prioritas Pemkab Badung. Salah satunya adalah pelaksanaan upacara pitra yadnya (nyekah massal) dan manusa yadnya (metatah). Ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat setempat karena sudah ngayah dengan tulus ikhlas. Ia juga berpesan kepada masyarakat agar dalam setiap kegiatan keagamaan yang dilakukan di wilayahnya, hendaknya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan semangat gotong royong untuk mensukseskan pelaksanaan upacara tersebut. 

Di masa pandemi sekarang ini, ia meminta agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan dan dijaga. Dengan cara mematuhi semua tahapan-tahapan prokes yang berlaku, minimal menggunakan masker pada setiap kegiatan menjadi kunci penting. Hal itu menjadi penting, karena Kabupaten Badung merupakan daerah pariwisata sehingga pendapatan Badung bersumber dari sektor ini. “Kalau penanganan Covid-19 tidak bisa dilaksanakan secara maksimal, maka kita tidak bisa meyakinkan wisatawan mancanegara dan Nusantara untuk datang ke Bali,” ucapnya.

Baca Juga:   Prodi Doktor Kajian Budaya FIB Unud Gelar PKM di Museum Pendet

Ditegaskannya, Pemerintah Kabupaten Badung memberikan apresiasi dan mendukung segala bentuk upacara keagamaan, adat dan budaya dengan rasa tulus ikhlas gotong royong semangat kebersamaan meskipun di tengah situasi pandemi saat ini. Pemkab Badung di masa sulit seperti ini selalu berusaha untuk memberikan bantuan dana guna membantu upacara-upacara adat. “Inilah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat di tengah kondisi pandemi. Kami mohon masyarakat juga untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga:   Wabup Suiasa Pimpin Rapat Koordinasi MCP Badung Triwulan II Tahun 2024

Sementara, Ketua Panitia Karya, I Made Subaga mengatakan, upacara pitra yadnya di Desa Adat Jempeng merupakan wujud bakti kepada leluhur. Karya tersebut dimulai dari tanggal 15 Februari dengan mapiuning dan pada tanggal 21 Maret ini dilaksanakan nebusin, ngangget don bingin, ngajum, melaspas puspa, mapurwa daksina, nutug kelih, mepetik dan ngekeb. 

Pada tanggal 22 Maret merupakan puncak karya yang didahului dengan metatah, mabejian, nyekah dan ngeseng. “Terima kasih kepada Sekda Badung yang telah hadir pada saat karya ini dan terima kasih juga atas bantuan dana yang telah diberikan kepada kami,” ujarnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini