Beranda Umum Spring Bed Bekas Dibuang di Trotoar Jimbaran, Kelian Adat dan Kaling Turun...

Spring Bed Bekas Dibuang di Trotoar Jimbaran, Kelian Adat dan Kaling Turun Tangan

0
Jimbaran
Spring bed bekas yang dibuang di trotoar di Jimbaran. (ist)

balibercerita.com –
Trotoar di salah satu titik Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Jimbaran, mendadak menjadi tempat pembuangan kasur bekas pada Senin (14/9). Sedikitnya tujuh spring bed menumpuk bersama sejumlah kantong sampah rumah tangga.

Ironisnya, lokasi tersebut berada di jalur protokol yang cukup ramai dilalui masyarakat maupun wisatawan. Beberapa kasur bahkan hanya menyisakan rangka, diduga akibat dibakar sebelum dibuang.

Kondisi itu kemudian membuat warga setempat memilih tidak menunggu lebih lama. Untuk menjaga kebersihan sekaligus estetika wilayah, pengangkutan dilakukan secara swadaya pada Selasa (15/9).

Baca Juga:   Pohon Tumbang di Akses Bandara Ngurah Rai: Dua Mobil Tertimpa, Pengendara Selamat

Kepala Lingkungan Banjar Tegal, Jimbaran, I Ketut Sukartayasa membenarkan adanya tumpukan sampah berukuran besar tersebut. Semula, pihaknya mengira sampah itu akan ditangani Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung karena berada di ruas jalan protokol.

Namun, setelah beberapa hari tidak kunjung terangkut, Sukartayasa bersama Kelian Banjar Adat Tegal Jimbaran, I Wayan Mudita akhirnya mengambil inisiatif membersihkannya. “Sudah, itu sudah diangkut. Siapa yang membuang? Kami juga tidak tahu pasti. Tapi karena sudah mengganggu estetika wilayah, atas inisiatif sendiri, kami lakukan pembersihan,” ujar Sukartayasa.

Ia menyayangkan masih adanya oknum yang membuang sampah berukuran besar secara sembarangan. Terlebih, upaya menjaga kebersihan di wilayah Jimbaran telah dilakukan melalui sosialisasi maupun pengawasan terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan menjadi lokasi pembuangan liar. “Sosialisasi dan atensi sudah kami lakukan cukup lama, tapi masih saja ada perilaku yang demikian. Terus terang kami sangat menyayangkan,” tegasnya.

Baca Juga:   Gempa Bumi Tektonik M 3,7 Bersumber dari Wilayah Kuta Selatan

Menurutnya, persoalan sampah seperti ini tidak hanya menyangkut kebersihan lingkungan, tetapi juga wajah kawasan Jimbaran yang merupakan salah satu jalur menuju kawasan pariwisata. Oleh karena itu, penanganan sampah berukuran besar di jalan protokol diharapkan mendapat perhatian lebih.

Baca Juga:   BBTF 2025 Resmi Ditutup, Perkuat Posisi Indonesia di Peta Pariwisata Global

Sukartayasa juga berharap DLHK Badung dapat lebih responsif terhadap temuan sampah liar berukuran besar, khususnya yang berada di jalur protokol dan secara rutin dilalui armada kebersihan. Penanganan cepat dinilai penting agar sampah tidak terlalu lama mengganggu estetika kawasan.

Di sisi lain, ia kembali mengimbau masyarakat, termasuk para pendatang untuk bersama-sama menjaga kebersihan Jimbaran. Kesadaran membuang sampah pada tempatnya dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan lingkungan, mendukung pariwisata berkelanjutan, sekaligus melindungi kesehatan masyarakat. (BC5)