Hari Kasih Sayang Ala Bali, Gubernur Koster Traktir Kuliner hingga Cek Layanan Kesehatan Gratis

0
3
Koster traktir
Masyarakat mengantre untuk mendapatkan kuliner gratis di salah satu UMKM saat Tumpek Krulut, Sabtu (1/8). (ist)

balibercerita.com –
Peringatan Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai Rahina Tresna Asih (Hari Kasih Sayang) menurut dresta Bali kembali diisi dengan kegiatan berbagi yang diinisiasi Gubernur Bali, Wayan Koster dengan mentraktir kuliner di 15 UMKM pilihan. Pada peringatan tersebut, Gubernur Koster sempat turun langsung menyapa masyarakat di Jenar Kopi Kaliasem, kawasan Titik Nol Kota Denpasar, pada Sabtu (1/8).

Sebelum menyambangi Jenar Kopi, Gubernur Koster terlebih dahulu mengunjungi langsung Warung Babi Guling Pande yang berada di Cempaga, Bangli. Suasana penuh keakraban berlanjut ke Kabupaten Gianyar di warung kuliner legendaris Dagang Nasi Pindang Dadong Rintin, di mana Gubernur Koster ikut mengantre langsung bersama warga.

Perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten Tabanan dengan mengunjungi Kedai Tangkil yang menyajikan kopi hangat favorit pemuda lokal, serta Warung Babi Genyol Men Leny. Selain menikmati kuliner dan kopi gratis, warga dan kalangan generasi muda berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berswafoto (selfie) bersama Gubernur Koster.

Baca Juga:   Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Gebogan di Desa Adat Kerobokan

Gubernur Koster menjelaskan bahwa pemilihan 15 lokasi UMKM tersebut diserahkan langsung kepada para bupati di tiap daerah, dengan instruksi khusus untuk memprioritaskan pusat perkumpulan generasi muda dan tempat yang menjajakan kopi lokal. Selain menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM, ruang interaksi ini menjadi sarana mendekatkan pemimpin daerah dengan masyarakat di tengah padatnya agenda pemerintahan. Koster pun membuka peluang untuk menambah jumlah UMKM yang dilibatkan pada perayaan Tumpek Krulut mendatang setelah melalui tahap evaluasi tahun ini.

Gubernur Koster memaparkan bahwa perayaan Tumpek Krulut merupakan bagian integral dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali berbasis ajaran Sad Kerthi. Filosofi Bali ini mencakup enam unsur penyucian alam semesta: Atma Kerthi (penyucian jiwa), Danu Kerthi (penyucian sumber air), Wana Kerthi (penyucian hutan dan tumbuhan), Segara Kerthi (penyucian lautan), Jagat Kerthi (keharmonisan alam), dan Jana Kerthi (memuliakan dan menghormati sesama manusia dengan rasa cinta kasih).

Baca Juga:   Puncak Karya Atma Wedana di Puri Agung Pemecutan

“Pertama, kita harus selalu bersyukur diberikan warisan budaya lokal Sad Kerthi. Khusus Tumpek Krulut, kita berfokus pada Jana Kerthi, yaitu memuliakan manusia melalui cinta kasih, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama,” jelas Koster.

Menjawab pertanyaan terkait pembiayaan program tersebut, Koster memastikan seluruh anggaran pelaksanaan kegiatan memiliki sumber pendanaan yang jelas dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Yang penting semuanya ada sumbernya dan sesuai aturan,” katanya singkat saat menjawab pertanyaan mengenai pembiayaan program tersebut.

Selain kuliner gratis, rangkaian peringatan Tumpek Krulut juga dilengkapi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Layanan ini mencakup pemeriksaan tekanan darah (tensi), kadar kolesterol, hingga cek gula darah.

Antusiasme warga terhadap fasilitas ini dinilai sangat positif. Koster sempat meninjau langsung pelaksanaan layanan kesehatan di Tabanan yang berjalan lancar meski dipersiapkan hanya dalam kurun beberapa hari. Ia berjanji akan mengemas acara ini secara lebih besar dan matang di tahun depan.

Baca Juga:   Bupati Badung Hadiri Upacara Atma Wedana Bersama dan Mepandes di Pura Pasek Agung Tegal Denpasar

Di samping mengajak warga merawat kesehatan fisik, momentum Tumpek Krulut dimanfaatkan Gubernur Koster sebagai sarana refleksi untuk memperkuat nilai kemanusiaan, mengendalikan emosi, serta mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

Koster secara khusus mengingatkan publik agar peristiwa kriminalitas di Baturiti beberapa waktu lalu dijadikan pelajaran berharga. Ia menekankan agar tidak ada lagi aksi kekerasan maupun tindakan main hakim sendiri yang mencederai kedamaian di Pulau Dewata. Momentum ini diharapkan mampu menegaskan kembali pentingnya cinta kasih dan adab dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kalau ada persoalan atau perbedaan, jangan sampai diselesaikan dengan pembunuhan atau main hakim sendiri. Itu tidak beradab dan tidak boleh terjadi lagi di Bali. Jadikan peristiwa itu sebagai pelajaran bagi kita semua. Momentum Tumpek Krulut ini mengingatkan kita untuk semakin mengedepankan cinta kasih dan kemanusiaan,” pungkasnya. (BC18)