balibercerita.com –
RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah terus memperkuat transformasinya sebagai pusat rujukan kesehatan kelas dunia. Selain mengoptimalkan pusat layanan wellness dan estetika berstandar internasional untuk mendukung industri wisata medis (medical tourism), rumah sakit terbesar di Bali ini juga bersiap meluncurkan mega proyek pembangunan empat gedung baru bernilai total sekitar Rp1,2 triliun pada 2027.
Langkah penguatan layanan dilakukan melalui optimalisasi Ngoerah Sun Wellness & Aesthetic Center. Pusat layanan ini dirancang khusus untuk memfasilitasi masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan dan perawatan estetika tanpa harus pergi berobat ke luar negeri.
Direktur Utama RSUP Prof. Ngoerah, Dr. I Gusti Ngurah Ketut Sukadarma, S.Kp., M.Kes., menjelaskan bahwa layanan wellness ditujukan bagi masyarakat sehat yang ingin mengoptimalkan kebugaran dan penampilan. Kehadiran pusat layanan ini diharapkan dapat menahan laju warga Indonesia yang selama ini berobat atau melakukan perawatan estetika ke luar negeri.
“Wellness ini adalah untuk masyarakat yang sehat yang mau tambah sehat. Sehingga masyarakat kita yang tadinya berobat ke Thailand atau Korea untuk mempercantik diri atau kosmetik tidak perlu jauh-jauh, jadi cukup ke Prof. Ngoerah saja,” kata Sukadarma.
Ngoerah Sun Wellness & Aesthetic Center menghadirkan empat layanan utama, meliputi medical check-up (MCU), dermatokosmetik (perawatan kulit dan kecantikan), bedah plastik, serta perawatan kesehatan gigi profesional. Khusus untuk pengembangan standar layanan, RSUP Prof. Ngoerah telah menjalin kerja sama strategis dengan Sun Medical Center asal Korea Selatan.
Sejalan dengan peningkatan kualitas layanan estetika dan MCU, RSUP Prof. Ngoerah juga bersiap melakukan penguatan fasilitas medis berskala besar dengan membangun empat gedung layanan baru. Proyek strategis Kementerian Kesehatan RI yang didanai melalui hibah pinjaman (loan) dari Islamic Development Bank (IsDB) ini direncanakan memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 2027.
Sukadarma mengungkapkan bahwa kepercayaan pihak IsDB didapatkan berkat keberhasilan proyek penguatan gedung layanan kesehatan ibu dan anak (KIA) yang sebelumnya telah beroperasi di komplek rumah sakit tersebut. “Keberhasilan tersebut dinilai pihak lender, sehingga kita dipercayakan kembali untuk mendapatkan hibah loan dari Islamic Development Bank,” ujar Dr. Sukadarma, di Denpasar, pada Kamis (30/7).
Ia menjelaskan, mega proyek senilai Rp1,2 triliun ini mencakup pembangunan empat struktur utama, yakni gedung bedah sentral terpadu yang dilengkapi ruang perawatan intensif (ICU), stroke center, serta gedung ruang rawat inap modern yang terintegrasi langsung dengan fasilitas penunjang lainnya.
Untuk mendukung pendanaan utama dari IsDB, manajemen RSUP Prof. Ngoerah juga menyiapkan dana pendamping mandiri sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari kas operasional internal rumah sakit. “Mudah-mudahan di 2027 kita sudah bisa groundbreaking untuk selanjutnya pembangunan sampai nanti di 2029,” tambahnya. (BC18)


















