balibercerita.com –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan memanfaatkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai media edukasi politik bagi pelajar. Melalui pembekalan kepada siswa baru di SMA Negeri 1 Selemadeg, Selasa (14/7), Bawaslu Tabanan mengajak generasi muda memahami pentingnya menjaga kualitas demokrasi sejak dini.
Dalam kegiatan bertema “Membangun Pengawasan Partisipatif bagi Pemilih Pemula” tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai peran strategis pemilih pemula dalam menyukseskan Pemilu 2029. Selain menggunakan hak pilih ketika telah memenuhi syarat, pelajar juga didorong memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif.
Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta, Rabu (15/7), menjelaskan bahwa generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan arah demokrasi pada masa mendatang. Oleh karena itu, para pelajar perlu dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas.
Ia menekankan, sikap tersebut dapat diwujudkan dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, menolak praktik politik uang, bersikap selektif terhadap informasi yang diterima, serta berani melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran dalam setiap tahapan pemilu. Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi karena peserta didik telah terbiasa mengenal proses pemilihan melalui kegiatan pemilihan ketua OSIS.
Tahapan pencalonan, kampanye, pemungutan suara, hingga penerimaan hasil pemilihan dinilai menjadi pengalaman nyata yang dapat membangun pemahaman mengenai pelaksanaan demokrasi yang jujur dan adil. Ia juga menambahkan bahwa proses tersebut mengajarkan pelajar untuk menghargai perbedaan pilihan sekaligus menjunjung tinggi sportivitas.
Selain materi mengenai pengawasan partisipatif, Bawaslu Tabanan turut mengingatkan pentingnya literasi digital di kalangan pelajar. Siswa diajak memanfaatkan media sosial secara bijaksana dengan menyebarkan informasi yang benar dan bernilai edukatif, serta menghindari penyebaran hoaks maupun ujaran kebencian yang dapat memicu perpecahan.
Melalui kegiatan edukasi tersebut, Bawaslu Tabanan berharap kesadaran berdemokrasi dapat tumbuh sejak bangku sekolah. Dengan pemahaman yang memadai, integritas yang kuat, dan kepedulian terhadap proses demokrasi, generasi muda diharapkan mampu menjadi pemilih yang bertanggung jawab sekaligus berkontribusi dalam mengawal kemurnian suara rakyat melalui pengawasan partisipatif. (BC13)


















