balibercerita.com –
Program Studi (Prodi) Yoga Kesehatan UHN IGB Sugriwa Denpasar menyelenggarakan kegiatan studium generale bertajuk “Memperkenalkan Ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga”. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid, yakni melalui Zoom Meeting dan secara luring di aula Fakultas Brahma Widya. Hadir sebagai narasumber, Ir. Badmini Naidu Hass dari Indonesian Institute of Vihangam Yoga, dengan Heri Purwanto, S.S., M.Ag., dosen D3 Kepanditaan, bertindak sebagai moderator.
Kegiatan ini diikuti unsur pimpinan fakultas dan program studi, mulai dari dekan, wakil dekan, kepala bagian, ketua program studi, sekretaris program studi, kepala laboratorium, dosen, hingga mahasiswa. Studium generale ini menjadi wadah akademik untuk memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya mengenai dimensi filsafat, spiritualitas, serta praktik kesadaran dalam tradisi Vihangam Yoga.
Dalam pemaparannya, Badmini Naidu Hass menjelaskan bahwa Paravidya merupakan pengetahuan tertinggi yang berkaitan dengan realitas spiritual dan ketuhanan, sedangkan Brahmavidya dipahami sebagai ilmu tentang Brahman atau hakikat ketuhanan yang sejati. Melalui Vihangam Yoga, pengetahuan spiritual tersebut tidak hanya dipelajari secara konseptual, tetapi juga dihayati melalui pengalaman batin dan disiplin kesadaran. Dengan demikian, yoga tidak diposisikan sekadar sebagai latihan fisik, melainkan sebagai jalan untuk memahami diri, alam semesta, serta hubungan manusia dengan Ilahi.
Ia juga menekankan bahwa manusia pada hakikatnya tidak hanya terdiri atas unsur jasmani, tetapi juga memiliki dimensi rohani yang mendalam. Dalam ajaran Brahmavidya, manusia dipandang memiliki unsur atma, yaitu percikan kecil dari realitas ilahi. Karena itu, kehidupan manusia tidak semata-mata diarahkan pada pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga pada upaya mengenali hakikat diri dan mengarahkan kesadaran menuju sumber tertinggi.
Lebih lanjut, pemaparan menyinggung konsep bhuana agung dan bhuana alit, yakni keterkaitan antara alam semesta dengan diri manusia. Segala sesuatu yang terdapat di jagat raya diyakini memiliki refleksi dalam diri manusia. Pandangan ini menegaskan bahwa pencarian spiritual tidak selalu harus dimulai dari luar, melainkan dapat dimulai dari pengenalan yang mendalam terhadap diri sendiri. Dalam perspektif tersebut, Vihangam Yoga hadir sebagai metode untuk membantu manusia menyelami lapisan kesadaran terdalamnya.
Selain itu, Badmini Naidu Hass menjelaskan bahwa kehidupan manusia kerap terikat oleh dualitas, keterbatasan pikiran, serta berbagai keterikatan duniawi. Oleh karena itu, manusia perlu menempuh jalan kesadaran, kebajikan, dan pengendalian diri agar mampu melepaskan diri dari keterikatan tersebut. Ajaran ini juga menegaskan pentingnya perbuatan baik serta kesadaran spiritual sebagai jalan untuk mendekatkan diri pada kebebasan sejati atau moksa.
Salah satu bagian menarik dalam studium generale ini adalah penjelasan mengenai perbedaan antara pengetahuan indrawi dan pengetahuan spiritual. Pengetahuan indrawi diperoleh melalui panca indra dan rasio, sedangkan pengetahuan spiritual melampaui keduanya. Dalam konteks inilah Paravidya dipahami sebagai ilmu yang membawa manusia melampaui batas-batas material menuju realisasi kebenaran yang lebih tinggi.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai makna Vihangam Yoga, hubungan antara atma dan Paramatma, serta relevansi ajaran Paravidya dalam kehidupan modern, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan diri. Diskusi ini menunjukkan bahwa ajaran spiritual tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan akademik, terutama ketika dikaitkan dengan pencarian makna hidup, kesehatan holistik, dan pembentukan karakter.
Sebagai penutup kegiatan inti, narasumber memandu meditasi Vihangam Yoga selama 30 menit. Sesi meditasi ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk merasakan praktik pengendalian pikiran, penenangan batin, serta pemusatan kesadaran. Baik peserta yang hadir secara langsung di aula maupun yang mengikuti secara daring melalui Zoom tampak mengikuti sesi ini dengan khidmat dan penuh antusias.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Yoga Kesehatan tidak hanya menghadirkan forum ilmiah, tetapi juga membuka ruang refleksi spiritual yang relevan dengan kebutuhan manusia masa kini. Studium generale ini menjadi sarana untuk memperkenalkan lebih luas ajaran Paravidya dari Brahmavidya Vihangam Yoga sebagai bagian dari pengembangan ilmu, spiritualitas, dan kesehatan yang terpadu. (BC10)


















