Belum Main di Piala Dunia, Indonesia Sudah Hadir di Lapangan Final 

0
1
Trionda
Trionda, bola buatan Indonesia untuk Piala Dunia 2026. (ist)

balibercerita.com –
Ketika jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2026, ada kebanggaan tersendiri yang patut dirasakan masyarakat Indonesia. Pasalnya, bola resmi yang digunakan dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia itu ternyata diproduksi di Indonesia.

Adalah PT Global Way Indonesia (GWI) yang berlokasi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, yang dipercaya oleh Adidas untuk memproduksi bola resmi Piala Dunia 2026. Bola bernama Trionda tersebut bukan sekadar bola sepak biasa, melainkan produk berteknologi tinggi yang akan menjadi bagian penting dalam jalannya pertandingan.

Kepercayaan yang diberikan Adidas kepada pabrik di Madiun ini menjadi bukti bahwa kualitas manufaktur Indonesia telah diakui di tingkat internasional. Setiap bola yang diproduksi harus memenuhi standar ketat FIFA, mulai dari akurasi bentuk, keseimbangan, daya pantul, ketahanan material, hingga performa saat digunakan di lapangan.

Baca Juga:   Pecinta Bola Kedonganan Yakin Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Yang membuat Trionda semakin istimewa adalah teknologi yang tertanam di dalamnya. Bola ini dilengkapi sensor canggih yang mampu mengirimkan data secara real time kepada perangkat pertandingan. Teknologi tersebut membantu sistem video assistant referee (VAR) dan semi-automated offside technology dalam menghasilkan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Dengan teknologi tersebut, bola tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat permainan, tetapi juga menjadi bagian penting dari perkembangan sepak bola modern yang mengedepankan akurasi dan fair play.

Meski Timnas Indonesia belum pernah tampil di putaran final Piala Dunia era modern, kontribusi Indonesia dalam ajang tersebut ternyata telah berlangsung selama puluhan tahun. Keterlibatan industri manufaktur nasional dalam produksi bola resmi Piala Dunia sudah dimulai sejak Piala Dunia 1998 di Prancis. Saat itu, bola ikonik Adidas Tricolore diproduksi di pabrik Adidas yang berlokasi di Majalengka, Jawa Barat.

Baca Juga:   Kedonganan Punya Kampung Piala Dunia

Kontribusi tersebut berlanjut pada berbagai turnamen internasional berikutnya. Indonesia kembali menjadi bagian dari rantai produksi bola Adidas yang digunakan dalam kompetisi elite dunia, termasuk Adidas Brazuca, bola resmi Piala Dunia Brasil 2014 yang terkenal karena desainnya yang khas dan performanya yang stabil.

Puncaknya terjadi pada Piala Dunia Qatar 2022, ketika Indonesia dipercaya sebagai produsen utama bola resmi Al Rihla. Bola tersebut diproduksi di PT Global Way Indonesia, Madiun, dan digunakan sepanjang turnamen hingga laga final yang mempertemukan Argentina dan Prancis. Kini, untuk Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kepercayaan itu kembali diberikan kepada Indonesia melalui produksi bola Trionda.

Keberhasilan Indonesia memproduksi bola resmi Piala Dunia menunjukkan bahwa kualitas tenaga kerja dan industri manufaktur nasional mampu bersaing dengan negara-negara maju. Dari sebuah kawasan industri di Madiun, hasil karya anak bangsa akan menggelinding di stadion-stadion terbesar dunia dan disentuh oleh para pemain terbaik di planet ini.

Baca Juga:   PS Badung Dilepas untuk Ikuti Liga 4 Nasional, Bupati Adi Arnawa Targetkan Lolos Liga 3

Mungkin merah putih belum berkibar di final Piala Dunia sebagai peserta. Namun, sentuhan Indonesia sudah lebih dulu hadir di tengah lapangan. Setiap umpan, tendangan, penyelamatan, hingga gol yang tercipta di Piala Dunia 2026 akan melibatkan bola yang dibuat oleh tangan-tangan terampil pekerja Indonesia.

Dari Madiun menuju panggung sepak bola tertinggi dunia, Trionda bukan hanya sebuah bola. Ia menjadi simbol kualitas, kerja keras, dan kemampuan industri Indonesia yang terus mendapat pengakuan internasional. Sebuah kebanggaan yang menggelinding melintasi benua dan menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia. (BC5)