Imigrasi Ngurah Rai dan DPRD Badung Perkuat Sinergi Pengawasan WNA di Kuta

0
5
Kuta
Ketua DPRD Badung bersama Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai dan Camat Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Penguatan koordinasi antarinstansi dalam mendukung keamanan dan kenyamanan kawasan pariwisata menjadi perhatian bersama di tengah tingginya mobilitas wisatawan mancanegara di Kuta. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan dengan Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, Selasa (14/7), di kantor Camat Kuta.

Pertemuan yang turut dihadiri Camat Kuta, I Made Agus Suantara dan Sekretaris Camat Kuta, I Putu Dedik Adi Ardiana itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah diskusi mengenai penguatan sinergi dalam pengawasan serta penanganan berbagai persoalan yang melibatkan warga negara asing (WNA) di kawasan pariwisata.

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menilai kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menjaga kualitas destinasi wisata, khususnya di Kuta yang menjadi salah satu pusat aktivitas wisatawan mancanegara di Bali. Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan asing memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, namun juga memerlukan kesiapan seluruh pihak dalam mengantisipasi berbagai dinamika yang mungkin terjadi.

Baca Juga:   Staf BPBD Tabanan Dilatih Publikasi Data Kebencanaan

“Sinergitas sangat penting dalam penanganan wisatawan, khususnya di kawasan Kuta yang menjadi pusat aktivitas wisatawan mancanegara. Kehadiran orang asing memberikan kontribusi besar bagi sektor pariwisata, namun jika muncul persoalan juga harus ditangani secara cepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Anom Gumanti menjelaskan, koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, aparat keamanan, desa adat, dan pihak imigrasi menjadi fondasi penting dalam menjaga citra pariwisata Badung. Berbagai persoalan yang berkaitan dengan warga negara asing, baik yang menyangkut administrasi keimigrasian maupun ketertiban umum, memerlukan penanganan yang terintegrasi dan sesuai dengan kewenangan masing-masing pihak.

Baca Juga:   Berlakukan Perda 3 Tahun 2026, Gubernur Koster Lindungi Pantai Bali dari Ancaman Alih Fungsi

“Diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, kecamatan, desa adat, aparat keamanan, dan pihak imigrasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap persoalan yang muncul dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai kewenangan masing-masing. Dengan komunikasi yang baik, segala potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi isu yang dapat memengaruhi citra pariwisata Bali dan khususnya Kabupaten Badung,” katanya.

Lebih lanjut, ia menegaskan DPRD Badung mendukung berbagai langkah pengawasan yang dilakukan Imigrasi Ngurah Rai selama dilaksanakan secara profesional dan humanis. Menurutnya, setiap wisatawan maupun warga negara asing yang datang ke Bali perlu mendapatkan rasa aman dan nyaman, sekaligus menghormati aturan hukum, budaya, dan kearifan lokal yang berlaku.

“Kita ingin pariwisata Badung tumbuh secara berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi sangat penting untuk menciptakan kawasan wisata yang aman, tertib, nyaman, dan tetap memberikan pengalaman terbaik bagi para wisatawan yang datang ke Bali,” tegasnya.

Baca Juga:   RS Unud Bidik Penguatan Layanan Kesehatan Jantung

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Badung. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing dapat berjalan optimal sekaligus mendukung iklim pariwisata yang kondusif.

Melalui pertemuan ini, kedua pihak berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat semakin erat, sehingga tercipta kawasan pariwisata yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Badung dan Bali secara keseluruhan. (BC5)