Kru Kapal Asal Tiongkok Meninggal di Selat Badung, Tim SAR Gabungan Evakuasi Jenazah ke Benoa

0
13
Kapal Tiongkok
Petugas mengevakuasi jenazah kru kapal asal Tiongkok di Pelabuhan Benoa. (ist)

balibercerita.com –
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang anak buah kapal (ABK) yang merupakan warga negara Tiongkok yang meninggal dunia saat pelayaran melintasi perairan Bali, Selasa (14/7). Korban bernama Zhang Wenli (47), crew kapal MV Shandong De Yu yang sedang berlayar dari Tiongkok menuju Australia.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (13/7), sekitar pukul 22.47 Wita, dari agen kapal, PT Benoa Trans Cakrawala Perkasa. Dalam laporan yang diterima, korban diduga mengalami gangguan kesehatan berupa sesak napas sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 09.00 Wita saat kapal berada di wilayah Selat Badung.

Baca Juga:   Instalasi Jaringan Distribusi Pipa Gas Alam di Nusa Dua Capai 67,62 Persen

Setelah menerima laporan, petugas segera berkoordinasi dengan pihak kapal dan instansi terkait untuk menentukan titik pertemuan (intercept) guna proses evakuasi. Lokasi yang disepakati berada pada koordinat 8°43’49.91″S – 115°17’28.42″E, atau sekitar 4,18 nautical mile dari Pelabuhan Benoa.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya kemudian mengerahkan tim untuk melakukan penjemputan jenazah. Pada Selasa pukul 06.55 Wita, sebanyak empat personel SAR bersama satu perwakilan agen kapal dan satu petugas Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) bertolak menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Denpasar. “Sekitar 15 menit kemudian, tim berhasil merapat di sisi kapal MV Shandong De Yu,” ujarnya.

Baca Juga:   Tiga Buruh Bangunan Terseret Air Bah di Jembrana, Satu Meninggal dan Satu Masih Hilang

Proses pemindahan jenazah dari kapal ke perahu SAR berlangsung lancar sebelum dibawa menuju Pelabuhan Benoa. Pada pukul 07.55 Wita, tim SAR gabungan tiba kembali di Pelabuhan Benoa. Selanjutnya, jenazah Zhang Wenli dievakuasi menggunakan ambulans jenazah menuju RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah (Sanglah), Denpasar untuk penanganan lebih lanjut.

Baca Juga:   Hasil Pengecekan DPRD Badung, Vila di Canggu Diduga Melanggar Sempadan Sungai

Operasi evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Lanal Denpasar, Ditpolair Polda Bali, Polsek KP3 Benoa, KSOP Benoa, VTS Benoa, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Kantor Bantu Bea Cukai Benoa, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Denpasar Pos Pelabuhan Benoa, serta agen kapal PT Benoa Trans Cakrawala Perkasa. Berkat koordinasi lintas instansi, proses evakuasi jenazah dari kapal yang sedang melintas di perairan Bali tersebut dapat berlangsung dengan aman dan cepat sehingga penanganan selanjutnya dapat segera dilakukan di darat. (BC5)