GHBC 2026 Dorong Kolaborasi Ekonomi Global Berbasis Nilai Dharmanomics

0
33
GHBC
Salah satu rangkaian acara pembukaan GHBC 2026, di Universitas Hindu Indonesia, Denpasar, Sabtu (11/7). (ist)

balibercerita.com –
Ketua Global Hindu Entrepreneur Network (GHEN), Dato’ Pardip K. Kukreja secara resmi membuka acara Global Hindu Business Conference (GHBC) 2026, di Universitas Hindu Indonesia (UNHI), Denpasar, Sabtu (11/7). Konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari (10-12 Juli) ini mengusung tema “Towards Dharmanomics: Designing the Future.”

Ajang bergengsi ini mempertemukan sekitar 200 peserta yang terdiri dari pengusaha, investor, diplomat, akademisi, profesional, hingga pemimpin organisasi dari 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, India, Nepal, Uni Emirat Arab, Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Mauritius. Acara ini terselenggara atas kolaborasi erat antara UNHI Denpasar, GHEN, Prajaniti Hindu Indonesia, Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, dan Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB).

GHBC 2026 mendapat perhatian besar dari sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) RI, Ni Luh Puspa, dan Gubernur Bali, Wayan Koster. Sejumlah tokoh penting lainnya juga turut menghadiri pembukaan, diantaranya Wisnu Bawa Tenaya (Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat), Ks Arsana (Ketua DPP Prajaniti Hindu Indonesia), Dr. Cokorda Gde Bayu Putra (Rektor UNHI), Putu Suasta (Pengelana Global, Alumni UGM & Cornell University), I Wayan Sayoga (Ketua Prajaniti Hindu Bali), Agung Rai Suryawijaya (Ketua PHRI Kabupaten Badung), hingga Dr. Gede Ngurah Wididana (Direktur Utama PT Pak Oles Tokcer).

Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai agenda strategis, mulai dari keynote speech, diskusi panel, business networking, business matching, pameran produk dan jasa, hingga kunjungan lapangan untuk membuka peluang kerja sama yang konkret.

Baca Juga:   Pemkab Jembrana Berupaya Percepat Modernisasi Pertanian

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata di berbagai bidang, panitia memberikan penghargaan Prajaniti Dharmaraja Award 2026 kepada sejumlah tokoh dan instansi yaitu Gibran Rakabuming Raka (Wakil Presiden RI), Basuki Hadimuljono (Head of IKN), Dewa Gede Palguna (Ketua MKMK), AAGN Ari Dwipayana (akademisi), Nyoman Cantiasa (pemuka masyarakat), Pandita Agni Surya Kumari Anandadevi (rohaniawan), Ida Bagus Mantra (swargi, pemerhati budaya), Made Arya Amitaba (bankir), Dato’ Pardip Kumar Kukreja (Ketua GHEN), I Putu Gede Suwitra (wirausahawan), Siwaji Raja (pengusaha), Bamu Shah (pengusaha), Manish Khemka (pengusaha), Maneesh Tripathi (pengusaha), Putu Eka Suryawan (Owner Varash), Gusti Ngurah Anom (Oleh-oleh Krisna), Rakes Roshan (pengusaha), Krishnaveny KM Rajan (pengusaha), BUPDA Desa Adat Padangtegal (instansi), dan Eling Group (wellness industry).

Dalam sambutannya, Executive Chairman Paradise Group of Companies sekaligus Ketua GHEN, Dato’ Pardip K. Kukreja menjelaskan bahwa konferensi ini dirancang sebagai wadah kolaborasi internasional yang mendorong investasi, inovasi, serta kemitraan bisnis dengan pendekatan Dharmanomics. Pendekatan ini merupakan konsep pembangunan ekonomi yang mengutamakan etika, keberlanjutan, dan kesejahteraan bersama. “Konferensi internasional ini mempertemukan sekitar 200 peserta dari 10 negara untuk membangun jejaring bisnis, investasi, dan kolaborasi ekonomi berbasis nilai-nilai Hindu,” terangnya.

Dato’ Pardip menambahkan bahwa GHEN mempromosikan pendekatan yang lebih seimbang terhadap kemakmuran global, di mana ekonomi tidak hanya sekadar mengejar keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial, kesejahteraan masyarakat, dan keharmonisan dengan alam. Slogan yang diusung adalah “Persatuan dalam Dharma, Kemakmuran untuk Semua.”

“Berlandaskan pemahaman bahwa ekonomi bukan hanya tentang pertumbuhan, GHEN mempromosikan pendekatan yang lebih seimbang dan berkelanjutan terhadap kemakmuran melalui prinsip-prinsip Dharmanomics,” ujarnya.

Baca Juga:   Perumdam Tirta Mangutama Minta Ruang Utilitas di Jalur JLS, Antisipasi Pengembangan Jaringan Air Bersih

Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan ucapan selamat atas suksesnya pembukaan GHBC 2026. Ia berharap konferensi ini melahirkan gagasan konkret, jaringan kolaborasi, serta semangat baru untuk membangun bangsa dengan memegang teguh nilai dharmanomics. “Generasi muda Hindu Indonesia memiliki peran dan potensi strategis dalam rangka momentum demografi untuk meningkatkan produktivitas nasional,” katanya.

Wapres menekankan pentingnya penguasaan teknologi, ekonomi kreatif, hingga industri hijau bagi generasi muda. Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kapasitas SDM muda melalui berbagai program strategis seperti Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, KIP, pelatihan AI, revitalisasi sekolah, MBG, CKG, Beasiswa LPDP, hingga Program Magang Nasional.

Sementara itu, Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa turut mengapresiasi pelaksanaan GHBC 2026 yang dinilai strategis dalam membangun kolaborasi ekonomi global, termasuk dalam pengembangan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Secara khusus, ia menyoroti potensi besar industri Wellness Tourism (wisata kebugaran) di Indonesia. “Wellness tourism menjadi salah satu sektor yang tumbuh paling pesat di dunia. Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi pemain utama dalam industri ini,” katanya.

Ia menambahkan, reputasi Bali dalam menawarkan keseimbangan alam, budaya, dan spiritualitas merupakan modal besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Saya percaya dengan semangat kolaborasi investasi yang berkualitas, Indonesia khususnya Bali akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi Wellness Tourism kelas dunia sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salam pesona Indonesia, wonderful Indonesia, terima kasih,” tutup Wamenpar.

Sebagai bentuk nyata investasi pada masa depan, Wakil Ketua Panitia GHBC 2026, Dr. Ketut Jaman mengumumkan bahwa panitia menyediakan 100 kuota gratis bagi mahasiswa Hindu jenjang S-1 dan S-2 untuk mengikuti seluruh rangkaian acara agar dapat berinteraksi langsung dengan para investor global. “GHBC 2026 bukan sekadar forum diskusi, tetapi wadah untuk membangun kemitraan yang menghasilkan investasi, perdagangan, dan kolaborasi yang saling menguntungkan. Kami berharap Bali menjadi titik temu lahirnya berbagai inisiatif bisnis global yang berlandaskan nilai-nilai dharma dan keberlanjutan,” ujar Jaman.

Baca Juga:   Baru Setahun Terbentuk, KSP Sari Ketapang Agung Bagikan Sembako dan Daging Ayam Jelang Kuningan

Sekretaris Panitia, Dr. Ketut Susila Dharma menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk membangun ekosistem kewirausahaan Hindu yang kompetitif di tingkat dunia.

Di sisi lain, Ketua Prajaniti Hindu Indonesia sekaligus Penasihat GHBC 2026, KS Arsana menyebutkan, kehadiran pembicara internasional akan memperkaya wawasan sekaligus membuka peluang kerja sama strategis. “Kami berharap, konferensi ini menjadi katalis lahirnya kemitraan global yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia maupun komunitas bisnis internasional,” kata Arsana.

Menutup rangkaian pembukaan, Rektor UNHI Dr. Cokorda Gde Bayu Putra, S.E., M.Si. (Cok Bayu) menyampaikan rasa bangganya karena UNHI dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara berskala internasional ini. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai dharma, ia menegaskan UNHI siap mendukung terciptanya dialog global yang berwawasan ke depan. “Terletak di Bali, pusat budaya dan spiritualitas yang terkenal di dunia, UNHI menawarkan lingkungan pembelajaran unik di mana kearifan lokal, nilai-nilai dharma universal, dan perspektif global bertemu, menjadikannya tempat yang ideal untuk dialog internasional yang berwawasan ke depan,” pungkas Cok Bayu. (BC18)