balibercerita.com –
Upaya memperkuat ketahanan keluarga melalui kehadiran ayah dalam pengasuhan anak terus mendapat dukungan lintas kementerian. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerbitkan Surat Nomor B/257/M.KT.02/2026 tanggal 10 Juli 2026 tentang Imbauan Mendukung Penguatan Ketahanan Keluarga Bagi Pegawai ASN, yang memberikan kesempatan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah melalui pemberian fleksibilitas waktu kerja.
Kebijakan tersebut diterbitkan sebagai tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 17 Tahun 2026 mengenai Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa pejabat pembina kepegawaian di seluruh instansi pemerintah diharapkan memberikan kesempatan kepada ASN yang memiliki anak usia PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah untuk mendampingi anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk penguatan peran keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
Menpan RB juga mengimbau agar pemberian fleksibilitas waktu kerja dilaksanakan dengan tetap memperhatikan keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan, kualitas pelayanan publik, serta pencapaian kinerja organisasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, pelaksanaan GAMAS dapat berjalan berdampingan dengan optimalnya pelayanan kepada masyarakat.
Di Provinsi Bali, imbauan tersebut telah ditindaklanjuti melalui surat Sekretaris Daerah Provinsi Bali Nomor B.12.000/5361/V/DPMD DUKCAPIL tentang Himbauan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Surat tersebut diteruskan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan gerakan yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan anak.
Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali menyambut baik terbitnya surat Menteri PANRB dan tindak lanjut Pemerintah Provinsi Bali tersebut. Menurutnya, dukungan kebijakan dari berbagai kementerian dan pemerintah daerah menunjukkan bahwa pengasuhan bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Kehadiran ayah pada momen penting, seperti hari pertama sekolah, diyakini mampu meningkatkan rasa aman, kepercayaan diri, serta kedekatan emosional anak dengan orang tua.
Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, Kemendukbangga/BKKBN mengajak para ayah, termasuk ASN di seluruh Indonesia, untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah. Langkah sederhana tersebut diharapkan menjadi awal tumbuhnya budaya pengasuhan yang lebih setara, hangat, dan berkualitas dalam mewujudkan keluarga yang tangguh menuju Indonesia Emas 2045. (BC18)
















