UHN Sugriwa Perkuat Transformasi Kampus, Fakultas Saintek Resmi Hadir di Tengah Isu Integrasi Sains dan Agama

0
79
UHN Sugriwa
Rektor UHN Sugriwa dan jajaran saat mendampingi Menag. (ist)

balibercerita.com –
Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa menandai babak baru pengembangan institusi dengan menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama yang dirangkaikan dengan peresmian Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Auditorium Giri Prasta, kampus pusat Bangli pada Senin (23/3). Peresmian ini menegaskan posisi UHN Sugriwa sebagai kampus yang tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga berperan aktif dalam merawat harmoni antara sains, teknologi, dan nilai-nilai spiritual di tengah perubahan zaman.

Momentum ini dihadiri langsung Menteri Agama Nasaruddin Umar yang memberikan pembinaan kepada pegawai sekaligus meresmikan Fakultas Saintek. Kedatangannya disambut oleh Rektor I Gusti Ngurah Sudiana, jajaran pimpinan, perwakilan Dirjen Bimas Hindu melalui Direktur Pendidikan Hindu, Kakanwil Kemenag Bali, tokoh lintas agama, serta civitas academica.

Dalam sambutannya, Rektor Sudiana menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Menteri Agama yang menjadi kebahagiaan bagi seluruh civitas academica. Ia memaparkan perjalanan historis UHN Sugriwa yang berawal dari Pendidikan Guru Agama Hindu Atas Bali Denpasar yang berdiri pada 1959 di bawah Yayasan Dwijendra, hingga bertransformasi menjadi universitas pada 2020.

Saat ini, UHN Sugriwa memiliki kampus di Bangli dan Denpasar, serta menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri berstatus universitas di luar PTKIN yang telah meraih akreditasi unggul sejak 2024. Kampus ini mengelola empat fakultas, yakni Dharma Acarya, Brahma Widya, Dharma Duta, dan Fakultas Saintek yang diresmikan kali ini, serta program pascasarjana.

Baca Juga:   Fourgriska Siap Terima Siswa Baru, Tawarkan Kelas Kapal Pesiar

Rektor Sudiana juga mengungkapkan bahwa UHN Sugriwa tengah berproses membuka Fakultas Kedokteran, termasuk Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter yang telah memperoleh visitasi dan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan pada Januari lalu. Secara keseluruhan, terdapat 25 program studi yang dikelola, dengan 40 persen diantaranya telah terakreditasi unggul.

Dari sisi sumber daya manusia, UHN Sugriwa didukung 246 tenaga pendidik dan 104 tenaga kependidikan, termasuk 19 guru besar. Berbagai capaian prestasi di tingkat regional, nasional, hingga internasional terus diraih sebagai bagian dari komitmen menuju World Class University (WCU).

Penguatan juga tampak pada sarana prasarana kampus, mulai dari pembangunan gedung layanan pendidikan Kampus Ratna Denpasar, hibah lahan dari Pemkab Bangli, asrama mahasiswa dari Kementerian PUPR, hingga auditorium dari Pemkab Badung. Selain itu, dukungan alat produksi dupa aromaterapi dari Bank Pembangunan Daerah Bali serta mesin pengolahan sampah organik dari Bank Mandiri turut memperkuat ekosistem kampus yang berkelanjutan.

Sejalan dengan Astaprotas Kementerian Agama dan implementasi Kurikulum Cinta, UHN Sugriwa juga aktif melakukan penanaman pohon matoa dan tanaman upakara, serta pelestarian satwa langka seperti rusa, merak, dan jalak Bali bekerja sama dengan BKSDA. “Seperti momentum hari suci Tumpek Uye, beberapa waktu lalu, kami serempak melaksanakan penanaman pohon dan pelepasan burung di kawasan kampus,” terang Prof Sudiana.

Baca Juga:   Porsenijar Badung 2026 Resmi Ditutup, Pembinaan Atlet Dinilai Semakin Merata

Rektor Sudiana pun memohon arahan dan pembinaan dari Menteri Agama guna semakin memperkuat pengembangan kampus, sekaligus meresmikan Fakultas Saintek yang dinilai strategis dalam menaungi program studi umum.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut positif langkah UHN Sugriwa tersebut. “Peresmian Fakultas Saintek di Universitas Hindu Negeri ini bukanlah sekadar menambah jumlah gedung atau program studi. Ini adalah sebuah pernyataan ideologis dan intelektual. Kita ingin menghapus stigma lama bahwa agama dan sains adalah dua kutub yang saling menjauh,” ungkap Menag.

Ia menegaskan bahwa dalam sejarah peradaban, agama kerap dipandang hanya mengurusi wilayah eskatologis, sementara sains bergerak di ranah empiris. Namun, menurutnya, UHN Sugriwa justru hadir untuk menjembatani keduanya. “Namun, di UHN I Gusti Bagus Sugriwa, kita ingin membangun jembatan. Kita ingin membuktikan bahwa spiritualitas Hindu yang kaya akan konsep Rta (hukum alam semesta) sangat relevan dengan perkembangan bioteknologi, teknologi informasi, maupun ilmu lingkungan,” tegasnya.

Baca Juga:   Nilai Rapor Pendidikan Tabanan 2026 Naik, Duduki Peringkat Kedua di Bali

Menag berharap Fakultas Saintek menjadi ruang lahirnya ilmuwan berkarakter kuat. “Kita tidak butuh ilmuwan yang hanya cerdas secara digital tapi kering secara spiritual. Kita butuh sarjana yang mampu menciptakan inovasi teknologi untuk kemaslahatan umat, dengan tetap memegang teguh prinsip Tri Hita Karana,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar di era artificial intelligence (AI) dan disrupsi digital yang menuntut perguruan tinggi keagamaan untuk adaptif. “Di sinilah peran UHN. Ketika dunia barat mungkin terjebak pada materialisme sains, UHN harus menawarkan Sains yang Berketuhanan. Bagaimana teknologi digunakan untuk menjaga kelestarian alam Bali? Bagaimana kecerdasan buatan bisa membantu digitalisasi naskah-naskah kuno lontar agar bisa dipelajari dunia? Itulah tugas Fakultas Saintek ini,” ujarnya.

Dalam pembinaannya, Menag juga menekankan pentingnya ASN Kementerian Agama menjadi motor moderasi beragama dengan mengedepankan empat pilar utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan prasasti peresmian Fakultas Saintek, penanaman pohon bersama, serta peninjauan lingkungan kampus. Hadir pula berbagai unsur, mulai dari Pemkab Bangli, DPRD Bangli, Kantor Kemenag Bangli, FKUB, TNI, Polri, hingga tokoh masyarakat. (BC5)