balibercerita.com –
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai tengah melakukan pembenahan besar pada alur kedatangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan penumpang sekaligus menciptakan layanan pemeriksaan keimigrasian yang lebih cepat, nyaman, dan seamless.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Bugie Kurniawan mengatakan, kondisi area kedatangan internasional di Ngurah Rai selama ini berbeda dengan bandara besar lain seperti Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, jarak dari pintu kedatangan pesawat menuju konter imigrasi di Ngurah Rai sangat dekat. Namun di sisi lain, banyaknya desk layanan di area tersebut justru membuat suasana terasa padat dan semrawut.
“Begitu penumpang masuk dari pesawat, langsung bertemu area kedatangan internasional, kemudian tidak jauh sudah sampai ke konter imigrasi. Di tengah-tengah itu ada konter VOA, desk karantina, hingga perangkat pengisian Online Indonesia. Itu membuat area kedatangan terlihat crowded,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, Imigrasi Ngurah Rai kini tengah melakukan penataan ulang atau re-layout dan re-flowing passenger. Nantinya, area tengah kedatangan internasional akan disterilkan agar arus penumpang langsung menuju pemeriksaan imigrasi terlebih dahulu.
Konter visa on arrival (VOA) akan dipindahkan ke sisi kiri dan kanan jalur penumpang, sementara perangkat Online Indonesia juga ditempatkan lebih tertata. Dengan konsep baru ini, penumpang yang telah memenuhi seluruh persyaratan dapat langsung melewati autogate maupun konter imigrasi tanpa hambatan.
Sementara itu, penumpang yang belum memiliki visa atau belum melengkapi pengisian Online Indonesia akan diarahkan ke area layanan khusus setelah pemeriksaan awal. Bugie menegaskan, pihaknya juga terus mendorong optimalisasi penggunaan autogate di Bandara Ngurah Rai. Selain mempercepat proses pemeriksaan, sistem ini dinilai tetap memiliki tingkat keamanan tinggi karena hanya dapat digunakan oleh paspor elektronik dengan chip khusus.
“Autogate ini sangat cepat, tetapi tetap aman. Paspor elektronik memiliki sistem keamanan digital yang hanya bisa dibuka dengan kunci resmi dari masing-masing negara,” jelasnya.
Karena itu, pihak imigrasi terus mengedukasi penumpang internasional agar melakukan pengisian e-visa dan Online Indonesia sebelum tiba di Bali sehingga dapat langsung memanfaatkan fasilitas autogate. Ia berharap, kemudahan layanan keimigrasian ini mampu meningkatkan kenyamanan wisatawan saat tiba di Bali dan memberikan kesan positif bagi wisatawan mancanegara.
“Harapannya semakin cepat, semakin lancar, dan semakin nyaman. Dari pengalaman itu nantinya akan menyebar dari mulut ke mulut bahwa Imigrasi Ngurah Rai semakin canggih dan mudah,” katanya.
Di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu, Imigrasi Ngurah Rai optimistis peningkatan kualitas layanan akan berdampak pada terus meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali. (BC5)


















