balibercerita.com –
Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan langkah progresif dengan mengukuhkan tiga guru besar dalam sidang terbuka senat pada Jumat (10/4). Momentum ini menegaskan keseriusan institusi dalam meningkatkan kualitas serta daya saing pendidikan tinggi.
Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Rektor Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan. Ia menilai kehadiran para profesor baru akan memberi sumbangsih penting bagi kemajuan institusi ke depan.
Tiga akademisi yang resmi menyandang gelar profesor tersebut adalah Prof. Dr. Luh Joni Erawati Dewi, S.T., M.Pd., dalam bidang Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (Evaluasi Program), Prof. Dr. Gede Suweken, M.Sc. pada bidang Pendidikan Matematika Terapan, serta Prof. Dr. Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. di bidang Pengukuran dan Evaluasi Pendidikan Vokasional Desain Fashion.Dengan penambahan ini, total guru besar di Undiksha kini berjumlah 98 orang.
Dalam sambutannya, Prof. Lasmawan menekankan bahwa para profesor yang dikukuhkan telah melalui proses panjang dan teruji, baik dari sisi akademik maupun capaian jabatan fungsional tertinggi. “Pengukuhan ini adalah bukti nyata komitmen Undiksha secara berkelanjutan dalam mengakselerasi pendidikan tinggi yang berdampak,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan, puncak perjalanan akademik seorang dosen tercermin dari dua hal utama, yakni pencapaian gelar doktor dan jabatan profesor. Ketiga akademisi tersebut dinilai berhasil mencapai kedua aspek tersebut dengan dedikasi tinggi.
Lebih lanjut ia menyampaikan keyakinannya bahwa kehadiran para profesor baru akan memperkuat mutu serta eksistensi Undiksha. Ia turut memotivasi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata. “Jangan menulis hanya untuk dipahami, teruslah menulis sehingga tidak mungkin disalahpahami. Jangan menilai setiap hari dari hasil panen, tetapi dari benih kebaikan yang ditanam,” ujarnya.
Pengukuhan ini juga diharapkan menjadi pemantik semangat bagi dosen lainnya. Saat ini tercatat 81 dosen Undiksha dengan jabatan lektor kepala dan bergelar doktor yang berpeluang besar meraih gelar profesor. “Dengan tekad kuat dan dukungan institusi, saya yakin capaian profesor dapat diraih dalam waktu yang tidak lama,” imbuhnya.
Di akhir, ia menegaskan bahwa gelar profesor tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga merupakan capaian strategis institusi dalam memperkuat kontribusi Undiksha terhadap pembangunan pendidikan tinggi yang berdampak di Indonesia. (BC13)
















