Nelayan Sanur Hilang di Perairan Nusa Penida, Tim SAR Sisir Laut hingga 16 Mil

0
20
Nelayan Sanur hilang
Penyisiran via laut yang dilakukan tim SAR gabungan. (ist)

balibercerita.com –
Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap seorang nelayan asal Semawang, Sanur, I Wayan Suta (50), yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida. Upaya pencarian lanjutan dilakukan pada Sabtu (7/3) pagi dengan menyisir area laut di sekitar lokasi kejadian.

Kapten Kapal KN SAR Arjuna 229, Arif Yulianto yang memimpin operasi SAR menjelaskan, tim SAR gabungan mulai bergerak sejak pukul 07.15 Wita dengan mengerahkan dua alat utama SAR. Keduanya yakni satu unit rigid inflatable boat (RIB) milik Basarnas serta satu unit speedboat dari Bakamla.

Baca Juga:   Dimulai, Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Kota Denpasar

Sesuai rencana operasi SAR, tim melakukan penyisiran di perairan sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian mencapai 16 nautical mile (NM) ke arah barat. Total jarak tempuh penyisiran laut dalam operasi tersebut mencapai sekitar 55 NM.

Selain melakukan pencarian di laut, tim SAR juga berkoordinasi dengan para nelayan yang melintasi area tersebut untuk membantu memantau kemungkinan tanda-tanda keberadaan korban. “Tadi tim SAR sudah berkoordinasi dengan nelayan yang melintasi area pencarian. Apabila mereka melihat tanda-tanda keberadaan korban, diharapkan segera melaporkan kepada Basarnas,” ujar Arif Yulianto.

Baca Juga:   Segera Dideportasi, Enam WNA Masuk Paksa Vila di Mengwi

Pada sorti pertama, pencarian dilakukan selama kurang lebih dua setengah jam. Setelah itu tim SAR sementara sandar di Pelabuhan Benoa untuk melakukan persiapan sebelum kembali melanjutkan penyisiran pada siang hari.

Arif Yulianto menambahkan, kondisi cuaca pada pagi hari cukup mendukung proses pencarian.
“Saat ini cuaca cerah dan jarak pandang luas. Semoga pada sorti berikutnya kondisi cuaca tetap mendukung proses pencarian,” imbuhnya.

Baca Juga:   Basarnas Bali Lakukan Pencarian ABK yang Terjatuh di Perairan Uluwatu

Sesuai prosedur dan regulasi operasi SAR, upaya pencarian terhadap korban akan terus dilakukan hingga lima hari ke depan apabila korban belum ditemukan. Operasi pencarian ini melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya TNI AL, Polairud Polda Bali, Polairud Mabes Polri, Bakamla, serta Basarnas.

Sebelumnya diberitakan, nelayan I Wayan Suta dilaporkan hilang saat melaut di perairan Nusa Penida pada Jumat (6/3). Hingga kini tim SAR gabungan masih terus berupaya menyisir perairan untuk menemukan keberadaan korban. (BC5)