balibercerita.com –
Sejumlah wilayah di Bali diterjang angin kencang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer dari skala regional hingga global, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mencatat kecepatan angin maksimum di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencapai 37 knot atau sekitar 68 kilometer per jam.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika menjelaskan, angin kencang tersebut dipengaruhi terbentuknya pola pertemuan massa udara atau konvergensi di sekitar wilayah Bali. Kondisi ini diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase 4 atau Maritime Continent dan berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan.
Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S di perairan Samudra Hindia barat daya Banten turut mempengaruhi kondisi cuaca di Bali. Sistem tersebut terpantau bergerak ke arah timur menuju perairan selatan Bali. “Bibit siklon 90S yang saat ini berada di perairan selatan Samudra Hindia barat daya Banten menunjukkan pola pergerakan ke arah timur menuju perairan selatan Bali, yang berpotensi menyebabkan peningkatan curah hujan dan kecepatan angin,” ujarnya pada Kamis (5/3).
Menurut Ariantika, kondisi atmosfer tersebut juga diperkuat oleh aktivitas gelombang ekuatorial seperti Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang diprediksi melintasi wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan.
Ia menambahkan, angin kencang yang dominan terjadi pada malam hari juga dapat dipicu fenomena downburst dari awan Cumulonimbus (Cb). Fenomena ini biasanya terjadi saat terdapat bibit siklon tropis, terlebih sebelumnya wilayah selatan Bali mengalami pemanasan permukaan yang cukup tinggi pada pagi hingga siang hari. Kondisi tersebut memicu peningkatan penguapan serta pertumbuhan awan konvektif.
“Saat ini bibit Siklon 90S berada di perairan selatan Jawa dan bergerak ke arah timur menuju perairan selatan Bali. Potensi peningkatan kecepatan angin diprediksi masih berlangsung setidaknya hingga 7 Maret dengan intensitas yang fluktuatif,” jelasnya.
BBMKG mengimbau sejumlah wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain Kabupaten Badung, Kota Denpasar, Jembrana, Tabanan, hingga Klungkung, khususnya kawasan Nusa Penida. Selain angin kencang dan hujan lebat, keberadaan bibit siklon tersebut juga memengaruhi kondisi gelombang laut. BBMKG mencatat tinggi gelombang di perairan selatan Bali berkisar 1 hingga 5 meter, sementara di perairan utara Bali antara 0,5 hingga 2 meter.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, nelayan, maupun masyarakat yang beraktivitas di sektor wisata bahari. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Nelayan serta pelaku wisata bahari diimbau memperhatikan potensi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih dalam beberapa hari ke depan.
“Selain itu, kami juga meminta warga menyimpan kontak darurat untuk melaporkan kejadian bencana sebagai langkah mitigasi. Informasi cuaca terkini sebaiknya hanya diperoleh melalui kanal resmi BMKG,” imbaunya. (BC5)



















