balibercerita.com –
Fakultas Brahma Widya Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Rembug Sastra Siwaratri yang dirangkaikan dengan peluncuran program Swadhyaya, Sabtu (17/1), di aula lantai 3 Fakultas Brahma Widya. Kegiatan ini mengangkat tema “Saking Śūnya Nuju Rakṣaning Jagat” yang menekankan pentingnya refleksi spiritual dan tanggung jawab manusia dalam menjaga keharmonisan semesta.
Acara tersebut dihadiri pimpinan Fakultas Brahma Widya, dosen, mahasiswa, pemangku atau pinandita, serta pemerhati sastra dan spiritualitas Hindu. Kehadiran unsur pimpinan fakultas menunjukkan dukungan institusional terhadap penguatan tradisi akademik-keagamaan dan pengembangan kajian teks suci di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama, dilanjutkan dengan acara pembukaan yang mencakup menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Puja Pangastawa, Veda Wakya, laporan Ketua Panitia, serta sambutan Dekan Fakultas Brahma Widya. Pada sesi ini juga diputar trailer kegiatan Swadhyaya sebagai penanda dimulainya program kajian berkelanjutan di fakultas tersebut.
Sesi pemaparan materi menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. I Gede Suwantana, M.Ag., penekun Vedanta, dan Gede Endy Kumara Gupta, S.IP., M.Ag., penekun Jyotisa. Dr. I Gede Suwantana memaparkan makna filosofis Siwaratri sebagai praktik penyadaran diri dan pendalaman konsep śūnya dalam tradisi Vedanta. Sementara itu, Gede Endy Kumara Gupta menjelaskan Siwaratri dari perspektif Jyotisa dengan menyoroti keterkaitan waktu sakral, siklus kosmis, serta makna tilem sebagai momen transformasi spiritual.
Diskusi berlangsung interaktif hingga malam hari dengan partisipasi aktif dari peserta. Pembahasan tersebut menegaskan bahwa Siwaratri tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi intelektual, etis, dan kosmologis.
Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan meditasi atau sound healing sebagai penguatan pengalaman batin peserta. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan persembahyangan bersama hingga tengah malam dan dilanjutkan kembali pada pagi hari pukul 06.00 Wita.
Dekan Fakultas Brahma Widya, Prof. Dr. Drs. I Wayan Wastawa, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata bersifat seremonial. Ia menekankan pentingnya memaknai Siwaratri sebagai momentum kebangkitan kesadaran akademik dan spiritual. “Swadhyaya ini kita rancang sebagai ruang pembelajaran suci, ruang dialog antara teks, konteks, dan realitas kehidupan, agar civitas akademika tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual,” tegasnya.
Ketua panitia, Putu Eka Sura Adnyana menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menghidupkan kembali tradisi diskusi sastra dan perenungan spiritual di kalangan dosen dan mahasiswa. Menurutnya, Rembug Sastra Siwaratri dan peluncuran Swadhyaya menjadi upaya mempertemukan dimensi akademik dengan laku spiritual.
“Kami berharap Swadhyaya yang akan dilaksanakan setiap bulan, bertepatan dengan hari purnama atau tilem, dapat menjadi ruang belajar bersama yang konsisten dan mendalam, khususnya dalam mengkaji Veda dan Susastra Veda serta relevansinya dengan persoalan zaman,” ujarnya.
Program Swadhyaya direncanakan berlangsung rutin setiap bulan pada hari purnama atau tilem sebagai forum diskusi akademik-keagamaan Hindu. Program ini diarahkan untuk mengkaji Veda dan Susastra Veda dari berbagai perspektif, mulai dari filsafat, teologi, kosmologi, hingga keterkaitannya dengan kehidupan kontemporer.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Brahma Widya UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menegaskan komitmennya dalam mengembangkan tradisi swadhyaya sebagai sarana penguatan spiritualitas dan intelektualitas sivitas akademika, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab menjaga keharmonisan jagat. (BC10)













