10 Ogoh-ogoh Terbaik Tabanan akan Dipamerkan 3 Hari di Garuda Wisnu Singasana, Puncak Festival Singasana III Digelar 15 Maret

0
189
Ogoh-ogoh Festival Singasana
Salah satu ogoh-ogoh di Tabanan. (ist)

balibercerita.com –
Menjelang hari raya Nyepi, semangat kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan kembali menggeliat. Sebanyak 10 ogoh-ogoh terbaik karya sekaa teruna dari masing-masing kecamatan akan tampil sekaligus dipamerkan selama tiga hari dalam rangkaian Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Sepuluh ogoh-ogoh tersebut merupakan karya yang telah lolos seleksi lomba tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan. Selanjutnya, karya-karya terbaik ini akan dibawa ke tingkat kabupaten untuk mengikuti penilaian sekaligus menjadi bagian dari atraksi budaya di pusat Kota Tabanan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan bahwa seluruh ogoh-ogoh perwakilan kecamatan akan mulai dibawa menuju lokasi display di kawasan Garuda Wisnu Singasana, Taman Bung Karno Tabanan, pada 11 hingga 12 Maret 2026. “Kami mohon kepada para peserta agar tetap menjaga ketertiban saat membawa ogoh-ogoh menuju lokasi display. Kami juga memohon permakluman kepada masyarakat apabila nanti ogoh-ogoh melintas di jalan raya menuju lokasi sehingga mungkin terjadi sedikit kemacetan,” jelasnya.

Baca Juga:   Bupati Adi Arnawa Ikuti Aci Tabuh Rah Pengangon di Desa Adat Kapal

Setelah tiba di lokasi, seluruh ogoh-ogoh tersebut akan dipamerkan selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026 di kawasan Garuda Wisnu Singasana. Selama masa pameran tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung kreativitas karya para sekaa teruna dari berbagai kecamatan di Tabanan. Penilaian oleh dewan juri akan dilaksanakan pada 14 Maret 2026 di area yang sama. Sementara itu, puncak Festival Ogoh-ogoh Singasana III akan berlangsung pada 15 Maret 2026 pukul 16.00 Wita, dengan parade ogoh-ogoh di depan panggung kehormatan Garuda Wisnu Singasana.

Sepuluh ogoh-ogoh yang lolos ke tingkat kabupaten berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan yaitu Sekaa Teruna Darma Bhakti Banjar Tampak Karang Desa Apuan (Baturiti), Sekaa Teruna Pratisena Ardhani Nararya Banjar Padangan Kaja Desa Padangan (Pupuan), Sekaa Teruna Yowana Bhakti Kecana Banjar Bajera Kaja Desa Bajera (Selemadeg), Sekaa Teruna Santhi Dharma Yowana Banjar Tengah Desa Antosari (Selemadeg Barat), Sekaa Teruna Widya Santhi Banjar Dinas Kemetug Desa Gunung Salak (Selemadeg Timur), Sekaa Teruna Tri Tunggal Jaya Banjar Dinas Riang Delod Sema Desa Riang Gede (Penebel), Sekaa Teruna Tri Puspajati Banjar Lebah Desa Tista (Kerambitan), Sekaa Teruna Bhina Satrya Banjar Dinas Munggal Desa Kukuh (Marga), Sekaa Teruna Permata Banjar Tanah Bang Desa Banjar Anyar (Kediri), serta Sekaa Teruna Wikrama Banjar Kamasan Desa Dajan Peken (Tabanan).

Baca Juga:   Apel Peringatan HUT ke-255 Gianyar Tegaskan Tekad Pelestarian Seni dan Budaya

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekaa teruna yang telah berpartisipasi dan berhasil melaju hingga tingkat kabupaten. Menurutnya, ogoh-ogoh yang dihasilkan tidak hanya menampilkan kreativitas seni, tetapi juga menggambarkan semangat kebersamaan generasi muda dalam menjaga tradisi budaya Bali.

“Saya memberikan apresiasi kepada 10 ogoh-ogoh karya sekaa teruna se-Tabanan yang telah melalui proses dan tahapan penilaian hingga terpilih mewakili kecamatannya. Pada 15 Maret nanti saya akan hadir langsung untuk menyaksikan kreativitas dan semangat para generasi muda dalam parade ogoh-ogoh tersebut,” ujarnya, Senin (9/3).

Baca Juga:   Bhaskara Budaya 2023, Dorong Penguatan Literasi Hindu di Kalangan Pemuda 

Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, setiap peserta yang lolos ke tingkat kabupaten akan menerima uang kepesertaan sebesar Rp35 juta. Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan tambahan bagi juara 1, 2, 3 serta juara harapan 1, 2, dan 3.

Sanjaya menegaskan bahwa Festival Ogoh-ogoh Singasana bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga sarana pelestarian budaya dan pemberdayaan generasi muda. “Festival ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi sekaligus menjaga warisan budaya Bali. Hal ini sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, di mana budaya, kreativitas generasi muda, serta kebersamaan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun Tabanan yang maju dan berkarakter,” tambahnya.

Selain parade ogoh-ogoh dari Sekaa Teruna, pada 15 Maret 2026 sejak pukul 09.00 Wita juga akan digelar pawai ogoh-ogoh mini yang diikuti anak-anak taman kanak-kanak. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya Bali sejak usia dini. (BC13)