balibercerita.com –
Jalan Tol Bali Mandara tak hanya menjadi pilihan utama bagi kendaraan roda empat, tetapi juga semakin digemari pengguna sepeda motor. Data PT Jasamarga Bali Tol (PT JBT), sepanjang Januari hingga September 2025 sebanyak 14,9 juta kendaraan melintasi ruas tol. Angka ini naik 12 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Dari total kendaraan tersebut, golongan VI (sepeda motor) mencapai 6 juta unit atau sekitar 40 persen dari total volume lalu lintas. Angka ini meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 34 persen. Sementara itu, golongan I (mobil pribadi, bus kecil, dan sejenis) tercatat 8,7 juta kendaraan atau 58 persen.
Direktur Utama PT JBT, I Ketut Adiputra Karang menyebut, lonjakan pengguna motor menunjukkan masyarakat semakin melihat Tol Bali Mandara sebagai jalur alternatif yang efisien dan aman, terutama di tengah padatnya jalur arteri di wilayah Bali Selatan.
“Pergeseran tren ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas jalur sepeda motor di Tol Bali Mandara. Banyak yang memilih lewat tol karena lebih cepat dan nyaman,” katanya, Senin (14/10).
Dengan tren positif ini, Jalan Tol Bali Mandara semakin menegaskan perannya sebagai jalur strategis yang ramah motor, sekaligus mendukung konektivitas hijau dan berkelanjutan di Pulau Dewata. Pihaknya terus berupaya memastikan kenyamanan dan keselamatan pengguna sepeda motor melalui sejumlah langkah pemeliharaan rutin. Diantaranya, pemeliharaan barrier pada jalur motor, peremajaan penerangan jalan umum (PJU), perbaikan sambungan tiang pancang, pengecatan ulang marka dan rambu serta peningkatan kualitas jalan dengan metode scraping, filling, and overlay (SFO).
Menurut Adiputra, peningkatan volume lalu lintas, terutama dari pengguna motor, juga menjadi indikator pulihnya aktivitas ekonomi dan pariwisata di Bali. “Tol Bali Mandara tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga mendukung konektivitas destinasi wisata utama. Ini berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya. (BC5)



















