Bandara Ngurah Rai Siapkan Fasilitas Khusus Delegasi KTT G20

0
245
Pemantauan kesiapan fasilitas delegasi KTT G20
Menteri BUMN Erick Thohir saat meninjau kesiapan Bandara Ngurah Rai. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –

Sebagai pintu gerbang udara utama para delegasi ke Pulau Bali, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan segala infrastruktur dan fasilitas pendukung perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Nusa Dua pada akhir Oktober 2022. Fasilitas di antaranya, alur khusus di terminal internasional dan domestik, penyiapan gedung VIP, parking stand khusus pesawat kenegaraan, tiga titik masuk (entry point) para delegasi, dan personal helper khusus delegasi G20. Hal tersebut telah dipantau langsung oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Selasa (28/12) sore.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi mengatakan, secara prinsip Bandara Ngurah Rai siap untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20. Pihaknya telah menyiapkan alur khusus di terminal internasional dan domestik bagi delegasi, baik saat kedatangan maupun keberangkatan. Mengingat saat ini masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, maka protokol kesehatan secara ketat akan diimplementasikan pada saat penanganan kedatangan dan keberangkatan delegasi. Pihaknya telah menyiapkan fasilitas gedung VIP untuk penanganan delegasi VIP I, yaitu Presiden RI, kepala negara dan kepala pemerintahan negara peserta KTT serta untuk delegasi VIP II yang terdiri dari pejabat negara setingkat menteri negara peserta KTT. 

Baca Juga:   Ny. Suastini Koster Sosialisasikan Percepatan Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

“Di gedung VIP telah disiapkan mekanisme pemeriksaan kesehatan, imigrasi, dan bea cukai. Kami juga telah mengalokasikan parking stand untuk tempat parkir khusus pesawat kenegaraan yang akan ditumpangi oleh delegasi VIP,” sebutnya.

Selain gedung VIP, telah disediakan tiga titik masuk (entry point) lainnya yaitu melalui terminal internasional, terminal domestik, dan terminal General Aviation. Untuk mendukung kelancaran arus kedatangan delegasi, juga akan disediakan personal helper khusus delegasi G20. Ia juga telah melakukan antisipasi di bagian parkir pesawat, dengan menyiapkan kapasitas 20 slot parkir pesawat yang mendarat nantinya. Tidak semua pesawat nantinya akan di parkir di Bandara Ngurah Rai, mereka akan ngedrop parkir di bandara-bandara yang dekat dengan Bali, seperti Lombok dan Surabaya.

Terkait implementasi protokol kesehatan bagi para delegasi, penanganan kedatangan nantinya akan melalui terminal kedatangan internasional. Para delegasi akan melewati jalur khusus yang telah disiapkan fasilitas thermo scanner untuk mendeteksi suhu tubuh delegasi yang baru tiba. Kemudian, sejumlah tes pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yaitu pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan syarat penerbangan, RT-PCR, serta pemeriksaan kesehatan lanjutan jika diperlukan. Delegasi yang dinyatakan sehat nantinya akan memasuki area imigrasi, baggage claim, bea cukai, dan holding area, sebelum mereka menuju ke area penjemputan.

Baca Juga:   Pendidikan Gratis Berbayar Gunakan Sampah Ala Yayasan Project Jyoti Bali

Untuk kedatangan melalui terminal kedatangan domestik, delegasi akan menjalani pemeriksaan kesehatan melalui thermo scanner dan pemeriksaan dokumen kesehatan syarat penerbangan oleh KKP. Angkasa Pura I bersama stakeholder terkait berupaya memastikan peningkatan sistem pemeriksaan kesehatan delegasi agar lebih mudah, termasuk digitalisasi dokumen kesehatan yang terintegrasi.

Dipaparkannya, Bandara Ngurah Rai telah memiliki banyak pengalaman dalam mendukung pelaksanaan berbagai perhelatan kelas dunia, beberapa di antaranya adalah KTT APEC Tahun 2013 dan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Tahun 2018. Bandara Ngurah Rai dilengkapi runway dengan dimensi 3.000 x 45 meter, 47 parking stand di apron utara untuk 36 pesawat narrow body dan 11 pesawat wide body, serta 16 parking stand di apron sisi selatan untuk pesawat narrow body. Bandara Ngurah Rai memiliki kapasitas terminal internasional seluas 126.205 m2, terminal domestik seluas 67.884 m2, gedung VIP, General Aviation Terminal (GAT), boarding pass scanner, autogate imigrasi, serta kios check-in mandiri, yang akan akan sangat membantu dalam penanganan delegasi peserta KTT G20. Baik untuk delegasi VVIP, VIP, maupun delegasi biasa. “Kami berkomitmen untuk dapat memberikan impresi yang baik, serta memberikan layanan unggul yang menampilkan keramahtamahan khas Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan pada visi perusahaan,” pungkasnya.

Baca Juga:   Tujuh Provinsi Berstatus Siaga Potensi Cuaca Ekstrem

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir telah meninjau situasional pintu kedatangan kepala negara, delegasi, pengaturan petugas di lapangan, serta fasilitas yang disediakan. Hal itu sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan KTT G20 Tahun 2022. Untuk kedatangan kepala negara dan delegasi G20, rencananya akan dilakukan perluasan gedung VIP yang mencapai 2.428 m2. Selain itu, proses kedatangan dari luar negeri juga dipastikan harus disesuaikan oleh personil yang bertugas. Pihak-pihak yang bertugas nantinya mesti disiplin, khususnya mengenai efisiensi waktu. Sedangkan fasilitas lainnya, hal itu juga memerlukan beberapa improvisasi perbaikan, sesuai dengan yang dibutuhkan para delegasi. Perbaikan itu relatif kecil, yaitu sekitar 5 persen dan itu bukan sesuatu yang sangat besar. 

“Pasti ketika delegasi datang ke sini, ekspektasinya cukup tinggi dengan pelayanan Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Tetapi jadwal mereka juga cukup padat, sehingga mereka perlu efisiensi waktu kedatangan. Kalau kita lihat, airport sangat maksimal, Indonesia memiliki fasilitas yang baik. Saya rasa ini penting untuk kebangkitan daripada ekonomi Bali sendiri, dan ekonomi Indonesia secara lebih luas,” bebernya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini