Denpasar, balibercerita.com –
Penyelesaian seluruh program penataan landscape dan beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara ditargetkan rampung Juni 2022. Semula, program tersebut ditargetkan selesai pada pada Agustus 2022. Saat ini beberapa tahapan awal pekerjaan, seperti penanaman blue grass dan jepun Bali telah dilakukan di akses Benoa. Selain itu juga dilakukan pembuatan taman di gerbang tol (GT) Benoa dan di GT Nusa Dua.
“Nantinya, dalam pembuatan taman di gerbang tol, tanamannya pun beragam mulai dari jepun Bali, palm kuning, bakung laut, bougenville hingga naupaka,” ujar Direktur PT Jasamarga Bali Tol (JBT), I Ketut Adiputra Karang, Rabu (29/12).
Ia mengatakan, dalam pengerjaan beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara selain melakukan penanaman mangrove di sekitar interchange Ngurah Rai, PT JBT juga akan melakukan penghijauan dengan membuat taman di area GT dan menanam tanaman hias di median jalan di semua GT dan akses keluar masuk yang ada di Jalan Tol Bali Mandara.
Pihaknya juga mengaku telah mempersiapkan beberapa karya seni patung, dengan bentuk patung penari Bali di akses Ngurah Rai dan Akses Nusa Dua. Patung tersebut tentunya akan mempercantik kawasan, utamanya akses yang akan dilalui para delegasi dari bandara menuju Nusa Dua. Pihaknya juga akan fokus untuk pekerjaan pemeliharaan fasilitas dan konstruksi jalan tol seperti pengecatan ulang railing, concrete barrier, tiang pancang. “Kami juga terus melakukan pekerjaan pemeliharaan periodik seperti scraping, filling, overlay (SFO), expansion joint dan rekonstruksi perkerasan jalan tol, sehingga semakin meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” paparnya.
Sementara, Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur menyampaikan, dukungan Jasa Marga dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 selaras dengan komitmen untuk mewujudkan jalan tol berkelanjutan. Sebagian besar program beautifikasi yang dilakukan oleh PT JBT dengan penanaman sejumlah pohon dan tanaman, sejalan dengan fokus implementasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan Jasa Marga yang berbasis pada sustainability development goals. Hal itu merupakan wujud nyata untuk mengurangi dampak lingkungan dari adanya pembangunan dan pengoperasian jalan tol, seperti mengurangi pencemaran udara, menyerap kebisingan hingga pemecah angin untuk mengurangi efek hempasan angin pada pengendara. “Jadi, tidak hanya untuk estetika semata, tapi memiliki manfaat juga untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tegas Subakti Syukur didampingi Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano.
Sebelumnya, pada Selasa (28/12) sore, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama jajarannya meninjau kembali jalan tol diatas perairan yang dikelola oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, yaitu PT JBT. Hal itu dilakukan untuk memonitor progres pekerjaan penataan lansekap dan beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara, dalam mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia di Bali Tahun 2022. Sebab Jalan Tol Bali Mandara memiliki peranan penting dalam menghubungkan segitiga emas antara Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua dengan waktu dan jarak tempuh yang lebih efektif dan efisien.
Dalam kunjungannya, Erick Thohir meminta Jasa Marga dan PT JBT memastikan kembali pemilihan tanaman yang akan digunakan dalam program penghijauan di Jalan Tol Bali Mandara. Hal itu bertujuan agar tanaman itu dapat hidup sesuai dengan kondisi lingkungan di jalan tol, sehingga akan menambah nuansa hijau. “Pastikan juga jenis tanaman yang dipilih tidak membahayakan pengguna jalan karena keselamatan mereka tetap yang utama. Untuk penyiraman taman juga bisa memanfaatkan teknologi. Selain melakukan penghijauan, seluruh gerbang tol agar dilakukan perapian,” imbaunya. (BC5)


















