
balibercerita.com –
Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menginisiasi Gebyar Apresiasi Dukungan Satu Tahun Pra Sekolah Kabupaten Tabanan 2025. Acara berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya, Selasa (14/10).
Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program satu tahun pra sekolah di Tabanan. Acara turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali, pimpinan OPD, Ketua DWP, para Bunda PAUD kecamatan, serta organisasi wanita se-Kabupaten Tabanan.
Program satu tahun pra sekolah merupakan upaya Pemkab Tabanan untuk memastikan seluruh anak usia dini mendapat pendidikan sebelum masuk sekolah dasar. Program ini menitikberatkan pada penguatan karakter, literasi, dan lingkungan belajar yang menyenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya menyerahkan berbagai penghargaan kepada mitra dan tenaga pendidik. Lima mitra usaha pendukung program wajib belajar 13 tahun menerima piagam dan souvenir, enam guru non-ASN dengan pengabdian terlama mendapatkan piagam, kain endek, dan souvenir, serta dua guru PAUD dan SD terinspiratif juga menerima penghargaan serupa.
Selain itu, 20 kelompok pemenang jingle terfavorit mendapat hadiah uang Rp250.000, piagam, dan souvenir. Satu desa ditetapkan sebagai desa tergiat pendukung PAUD HI, sedangkan 10 anak memperoleh beasiswa PAUD senilai Rp2 juta per orang. Pemkab juga menyalurkan bantuan PMT kepada 90 siswa PAUD, alat tulis bagi 60 siswa SD, dan bantuan alat praktik berupa buku serta laptop untuk satu sekolah.
Dalam sambutannya, Bunda Rai menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan anak usia dini melalui berbagai program penguatan. “Selama satu tahun pelaksanaan, berbagai kegiatan telah kami lakukan. Kami telah mensosialisasikan pentingnya pendidikan anak usia dini di desa-desa, meningkatkan kapasitas guru PAUD, memperbaiki sarana dan prasarana, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak seperti PKK dan Posyandu untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif. Kami juga mendorong edukasi gizi seimbang melalui pemberian PMT bagi siswa PAUD,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan minat baca sejak dini. “Biasanya saya ikut membawa mobil perpustakaan keliling saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa. Saya ingin anak-anak terbiasa membaca di mana pun mereka berada,” imbuhnya.
Menurutnya, pendidikan anak usia dini adalah pondasi masa depan yang harus dijaga bersama. “Sasaran kami adalah bagaimana agar kita semua bisa menyukseskan program wajib belajar 13 tahun terutama 1 tahun sebelum sekolah dasar dan juga sosialisasi terkait 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang berperan aktif dalam pelaksanaan program. “Pendidikan anak usia dini adalah pondasi utama dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan kemandirian anak. Melalui kegiatan ini, kami memberikan apresiasi kepada pemerintah desa, lembaga pendidikan, yayasan, maupun mitra swasta yang telah berkontribusi selama satu tahun pelaksanaan program,” jelasnya.
.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya PAUD serta memastikan keberlanjutan program di seluruh wilayah Tabanan. “Dengan semangat kebersamaan, kita jadikan momentum ini sebagai penguat gerakan wajib belajar 13 tahun di Kabupaten Tabanan,” pungkasnya. (BC13)


















