
balibercerita.com –
Lebarnya trotoar di Jalan Raya Pantai Kuta ternyata belum sepenuhnya membuat kawasan pedestrian tersebut aman dari kendaraan bermotor. Sejumlah pengendara masih nekat melintas di atas trotoar demi memangkas jarak dan waktu tempuh.
Aksi pengendara sepeda motor yang menggunakan trotoar Pantai Kuta bahkan beberapa kali terekam dan viral di media sosial. Kondisi ini menjadi perhatian pengelola kawasan bersama Kelurahan dan LPM Kuta, terlebih Pantai Kuta merupakan salah satu kawasan wisata utama yang setiap hari dipadati aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Ketua LPM Kelurahan Kuta, I Putu Adnyana mengatakan, pengawasan terhadap penggunaan trotoar tetap dilakukan setiap hari. Patroli melibatkan sejumlah unsur, seperti jagabaya, bankamda, satgas pantai, dan linmas.
Namun, pengawasan belum dapat dilakukan secara penuh di seluruh bentangan pedestrian Pantai Kuta. Keterbatasan jumlah personel membuat petugas harus menerapkan pola patroli dengan berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Menurut Adnyana, keberadaan petugas di lapangan cukup efektif menekan pelanggaran. Ketika petugas berada di lokasi, pengendara cenderung mengurungkan niat melintas di trotoar. Sebaliknya, saat tidak ada petugas, peluang pelanggaran kembali terbuka. “Kalau kita lihat ada petugas, ada penurunan. Tidak ada petugas, itu yang sulit kita deteksi,” ungkapnya, Selasa (15/9).
Salah satu jalur yang disebut kerap dimanfaatkan pengendara berada dari kawasan Istana Rama menuju arah selatan. Alih-alih memutar melalui Poppies II kemudian kembali ke Jalan Melasti, sebagian pengendara memilih melintasi trotoar karena dianggap lebih singkat.
“Intinya karena biar cepat saja sampai. Kalau muter ke Poppies II kan jauh, muter lagi ke Jalan Melasti. Kalau dari sana tinggal lurus, belok kiri,” bebernya.
Adnyana menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan pengawasan, tetapi juga kesadaran pengguna jalan terhadap fungsi trotoar. Keberadaan petugas tidak seharusnya menjadi satu-satunya faktor yang membuat pengendara menaati aturan.
Ke depan, pengawasan tetap akan diperkuat. Selain patroli rutin, sidak akan dilakukan secara berkala untuk memastikan trotoar tetap digunakan sebagaimana mestinya.
Terpisah, Camat Kuta, I Made Agus Suantara tak memungkiri masih adanya persoalan kendaraan yang menggunakan area pedestrian. Upaya pembinaan terhadap pengguna kawasan Pantai Kuta sebenarnya telah dilakukan secara rutin, termasuk terhadap kendaraan yang parkir maupun melintas di area yang tidak semestinya. Kendati demikian, pelanggaran masih berpotensi terjadi karena pengguna kawasan yang datang silih berganti.
Dalam perkembangan terakhir, pengelola juga telah berkoordinasi dengan Kelurahan Kuta dan LPM Kuta untuk penertiban di lapangan. Langkah berikutnya akan menunggu konfirmasi Dinas Perhubungan (Dishub) agar penertiban dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Kemarin pengelola sudah koordinasi dengan kelurahan dan LPM untuk penertiban. Menunggu konfirmasi dishub juga agar bergerak bersama,” ungkapnya. (BC5)















