Transaksi Makin Praktis, QRIS BRI Dorong Penjualan Fruit Junkies di Denpasar

0
1
Fruit Junkies
Outlet Fruit Junkies. (ist)

balibercerita.com –
Digitalisasi pembayaran semakin menjadi bagian dari aktivitas pelaku usaha mikro. Salah satu yang merasakan manfaatnya adalah Fruit Junkies, usaha jus buah di Denpasar yang memanfaatkan layanan QRIS BRI untuk melayani transaksi pelanggan.

Pemilik Fruit Junkies, Satrio Utomo mengungkapkan, penggunaan QRIS kini mendominasi sebagian besar metode pembayaran yang dipilih konsumen. Dalam sehari, transaksi melalui QRIS mampu menghasilkan omzet sekitar Rp2 juta. “Kalau transaksi QRIS kurang lebih di atas Rp2 juta per hari,” ujarnya, Kamis (16/7).

Menurut Satrio, sistem pembayaran digital memberikan kemudahan karena dana hasil transaksi langsung masuk ke rekening sehingga pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih praktis. Ia juga tidak lagi harus sering mendatangi kantor bank untuk menyetorkan uang tunai. “Jauh lebih memudahkan transaksi. Saya juga tidak perlu sering ke bank untuk setor uang,” katanya.

Sementara itu, pembayaran yang diterima secara tunai umumnya langsung dimanfaatkan untuk membeli bahan baku di pasar. Dalam operasional sehari-hari, Fruit Junkies mampu menjual sekitar 200 cup jus buah kepada pelanggan.

Baca Juga:   IJK Bali Tetap Tumbuh di Tengah Tantangan Ekonomi

Ia menilai penggunaan pembayaran tunai dan QRIS masih cukup seimbang, masing-masing berkisar 50 persen. Namun, pada awal bulan, pembayaran digital cenderung lebih banyak digunakan. “Kalau tanggal muda biasanya lebih banyak yang pakai QRIS,” ujarnya.

Selain mendukung proses pembayaran, Satrio juga mengaku layanan perbankan BRI membantu pelaku usaha memperoleh akses layanan keuangan yang lebih mudah. “Kalau untuk akses layanan, sangat membantu,” katanya.

Fruit Junkies telah beroperasi selama kurang lebih 11 tahun di Denpasar. Awalnya, usaha tersebut berfokus menjual jus alpukat dengan bahan baku yang dipasok dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Seiring perkembangan usaha, pilihan menu semakin beragam, mulai dari mangga, sirsak, stroberi hingga aneka buah musiman lainnya.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Fruit Junkies mengolah sekitar 40 kilogram alpukat matang setiap hari. Pasokan buah diperoleh dari Bali dan NTT guna menjaga ketersediaan bahan baku sepanjang tahun. Pemanfaatan QRIS BRI menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran operasional usaha. Selain memberikan kemudahan bagi pelanggan saat bertransaksi, pembayaran digital juga membantu pelaku usaha mengelola arus kas secara lebih efisien.

Baca Juga:   Wamenpar Tegaskan Pentingnya Tata Kelola Industri Vila di Bali

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya mengatakan, QRIS BRI menjadi solusi pembayaran digital yang mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menghadapi perkembangan era digital. “QRIS BRI tidak hanya menghadirkan kemudahan transaksi bagi konsumen, tetapi juga membantu pelaku UMKM menjalankan usaha dengan lebih efisien, aman, dan modern. Melalui satu kode QR, merchant dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi perbankan maupun dompet digital yang telah terhubung dengan QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih praktis dan cepat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penggunaan QRIS turut mempercepat transformasi digital UMKM melalui proses pembayaran yang lebih cepat, mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai, serta memberikan kenyamanan bagi pelanggan. Seluruh transaksi yang tercatat secara digital juga memudahkan pelaku usaha dalam melakukan pemantauan dan pengelolaan keuangan. Sebagai standar pembayaran nasional, QRIS memungkinkan interoperabilitas antarbank maupun penyelenggara jasa pembayaran sekaligus mendukung perluasan inklusi keuangan.

Baca Juga:   DPRD Bali Dorong Pariwisata Berbasis Pemberdayaan Lokal

“Kami melihat semakin banyak UMKM yang merasakan manfaat digitalisasi pembayaran. Dengan transaksi yang cepat, aman, dan terdokumentasi dengan baik, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis serta memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” tambahnya.

Di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur yang menjadi cakupan BRI Region 17 Denpasar, BRI terus memperluas penggunaan QRIS melalui edukasi, pendampingan, dan kemudahan registrasi merchant. Dukungan tersebut diperkuat dengan kehadiran aplikasi BRIMerchant yang memudahkan pelaku usaha memantau transaksi sekaligus menerima berbagai metode pembayaran dalam satu platform.

Hery menegaskan, BRI akan terus memperkuat pemberdayaan UMKM melalui inovasi layanan digital guna meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. “BRI percaya UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Karena itu, kami akan terus menghadirkan solusi digital yang relevan agar pelaku UMKM semakin naik kelas, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, dan memiliki daya saing yang semakin kuat,” tutup Hery. (BC13)