Terjebak Semalaman di Tebing Uluwatu, Dua Buruh Proyek Dievakuasi Tim SAR

0
5
Tebing Uluwatu
Proses evakuasi yang dilakukan petugas Basarnas. (ist)

balibercerita.com –
Momen menegangkan dialami tiga buruh proyek yang terjebak di bawah tebing kawasan Pura Uluwatu, Desa Pecatu, Kuta Selatan, setelah air laut tiba-tiba pasang pada Sabtu (27/6). Dua diantaranya bahkan harus bertahan semalaman di atas karang sebelum akhirnya berhasil dievakuasi tim SAR gabungan pada Minggu (28/6).

Ketiga buruh tersebut yakni Rendi (20), Mansur (47), dan Tarmuji (50). Mereka awalnya berjalan menyusuri pantai dari kawasan Pantai Nyang-nyang menuju arah utara. Namun saat tiba di bawah tebing Uluwatu, kondisi laut mendadak berubah dan air pasang mengepung area tempat mereka berada. Terjebak tanpa jalur keluar, ketiganya memilih berlindung di atas karang untuk menghindari terjangan ombak.

Baca Juga:   Potensi Royalti Penggunaan Karya Cipta Lagu dan Musik di Bali Tembus Rp32 Miliar

Dalam situasi darurat tersebut, Mansur mengambil keputusan berani dengan berenang ke laut hingga berhasil mencapai tempat aman. Setelah selamat, ia segera melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan bahwa laporan diterima sekitar pukul 20.40 Wita. “Benar, laporan kita terima sekitar pukul 20.40 Wita dan langsung kita terjunkan tim rescue menuju lokasi kejadian,” ujarnya.

Tim SAR yang tiba di lokasi langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan unsur terkait. Namun proses evakuasi tidak bisa dilakukan pada malam hari karena medan yang sangat ekstrem. Tebing setinggi sekitar 100 meter, minimnya pencahayaan, serta jarak pandang yang terbatas menjadi kendala utama.

Baca Juga:   MGPA Buka Perekrutan Tenaga Volunteer Untuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2023

Meski demikian, kondisi kedua korban yang masih bertahan di atas karang dipastikan aman dan masih bisa berkomunikasi dengan petugas. “Kita terkendala jarak pandang, namun korban masih berada pada posisi aman dan masih dapat berkomunikasi, maka evakuasi akan kita laksanakan pagi ini,” jelas Sidakarya.

Begitu matahari terbit, operasi penyelamatan langsung dimulai. Pada pukul 06.15 Wita, seorang personel SAR diturunkan menggunakan teknik lowering untuk menjangkau korban yang terjebak di bawah tebing.

Baca Juga:   Jalin Kolaborasi, Perkuat Pengelolaan Keterbukaan Informasi Publik

Korban pertama, Tarmuji, berhasil dievakuasi menggunakan teknik lifting pada pukul 07.24 Wita. Tak lama berselang, Rendi juga berhasil diangkat ke atas tebing dan tiba dalam kondisi selamat sekitar pukul 07.48 Wita. “Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi dengan selamat, kondisi keduanya masih stabil, selanjutnya langsung dibawa menuju Balai Desa Pecatu,” imbuhnya.

Keberhasilan operasi penyelamatan ini menjadi bukti sinergi kuat tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Bali, Bhabinkamtibmas Desa Pecatu, Linmas Desa Pecatu, Pecalang Desa Pecatu, rekan korban, serta masyarakat setempat. (BC5)