balibercerita.com –
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan korban aksi terorisme dan menjadikan mereka agen perdamaian. Hal tersebut disampaikan Kepala Subdit Pemulihan Korban Aksi Terorisme BNPT, Rahel, saat membacakan sambutan Kepala BNPT, Eddy Hartono dalam doa dan perenungan memperingati tragedi Bom Bali, Minggu (12/10).
Dalam sambutannya, Eddy Hartono menyampaikan bahwa peringatan tragedi Bom Bali bukan sekadar mengenang masa kelam, tetapi juga menjadi momentum merenungkan makna penting perdamaian, persatuan, dan cinta kasih tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan. “Tragedi Bom Bali memberikan pelajaran berharga bahwa kebencian, kekerasan, dan ekstremisme tidak pernah membawa kebaikan. Kita berdoa agar tidak ada lagi air mata karena peperangan, duka karena teror, dan kehilangan karena kebencian,” ujar Rahel membacakan sambutan.
Dalam upaya memperkuat peran korban, BNPT menginisiasi program Duta Pendamping Korban Tindak Pidana Terorisme. Program ini bertujuan memberikan dukungan, motivasi, serta ruang bagi para korban untuk bangkit, berdaya, dan melanjutkan kehidupan dengan penuh harapan.
Eddy Hartono juga menegaskan bahwa BNPT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memberikan kompensasi dan pemulihan korban secara komprehensif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 103/PUU-XXI/2023, yang membuka peluang bagi korban terorisme yang belum mendapatkan layanan untuk mengajukan permohonan kepada BNPT. “Suara korban adalah suara yang kredibel dan harus didengarkan. Suara mereka dapat menumbuhkan empati dan memupuk harapan baru demi terwujudnya perdamaian nasional dan global,” lanjutnya.
Ia berharap para penyintas dan keluarga korban terus berjuang menemukan kedamaian dan kekuatan untuk memaafkan, demi masa depan yang lebih baik. “Mari kita rawat ingatan ini sebagai bagian dari perjuangan menegakkan kemanusiaan dan membangun dunia yang lebih damai, dalam harmoni dan tanpa kekerasan,” tutupnya. (BC5)



















