Standar Internasional Jadi Tantangan Baru Tim SAR Indonesia

0
190
SAR
Personel Basarnas latihan mengevakuasi korban. (ist)

balibercerita.com —
Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam di berbagai daerah, upaya meningkatkan standar kesiapsiagaan tim SAR menjadi sorotan utama. Melalui kegiatan Diseminasi National Accreditation Process (NAP) yang berlangsung di Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selama empat hari, Basarnas menegaskan komitmen menuju sistem operasi penyelamatan yang memenuhi standar internasional.

Penutupan kegiatan pada Jumat (24/10) oleh Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N., menjadi simbol langkah serius lembaga ini memperkuat kemampuan Urban Search and Rescue (USAR) di seluruh Indonesia. “Keseragaman metode operasi di seluruh wilayah menjadi kunci keberhasilan dalam misi penyelamatan. Tapi yang terpenting, keselamatan personel dan aset harus tetap jadi prioritas,” tegas Yudhi Bramantyo saat menutup kegiatan.

Baca Juga:   Nelayan Sanur Hilang di Perairan Nusa Penida, Tim SAR Sisir Laut hingga 16 Mil

Selama pelatihan, para peserta dari berbagai daerah mengikuti rangkaian pembekalan mulai dari pengenalan Insarag, sistem triase lapangan, hingga Virtual OSOCC, platform koordinasi global dalam penanganan bencana. Tidak berhenti di teori, para peserta juga diuji lewat Simulasi Exercise (Simex) yang menggambarkan kondisi nyata di lapangan.

Baca Juga:   Banjar Celuk Jadi Contoh Sukses Penerapan Teba Modern di Kuta Selatan

Tim Denpasar, yang tergabung dalam NAP 112, menghadapi skenario gempa bumi di Kabupaten Buleleng. Mereka harus melakukan evakuasi di reruntuhan, penyelamatan di ruang sempit, operasi di ketinggian, hingga penanganan korban kecelakaan. Seluruh rangkaian dijalankan hingga dini hari, menggambarkan tekanan dan kompleksitas tugas penyelamatan sesungguhnya.

Meski masih ditemukan beberapa hal yang perlu ditingkatkan, Kepala Kantor SAR Denpasar, I Nyoman Sidakarya menilai, pelatihan ini menjadi tonggak penting. “Kami belajar banyak dari proses ini. Bukan hanya soal teknis penyelamatan, tapi juga manajemen tim dan komunikasi antarinstansi,” ujarnya.

Baca Juga:   Bersiap, Grand Final Putri Indonesia Bali Segera Digelar 

Melalui NAP, Basarnas berharap seluruh unit SAR di Indonesia dapat bekerja dengan pola yang seragam, terukur, dan mampu berkoordinasi dengan lembaga internasional saat bencana besar terjadi.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap operasi penyelamatan yang berhasil, ada latihan panjang, evaluasi ketat, dan semangat untuk terus menyelamatkan lebih banyak nyawa. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini