Penanganan Sampah di Kuta Dikebut, Belasan Truk Diterjunkan Bersihkan Titik Rawan

0
17
Sejumlah petugas mengangkut sampah yang menumpuk di salah satu titik di wilayah Kuta. (ist)

balibercerita.com –
Penanganan sampah di wilayah Kecamatan Kuta terus dikebut menyusul penumpukan yang terjadi di sejumlah titik, terutama di Kelurahan Legian, Kuta, dan Tuban. Pemerintah Kecamatan Kuta bersama kelurahan dan DLHK Badung bergerak cepat dengan menurunkan truk untuk mengangkut sampah yang telah menumpuk hingga tiga hari.

Sekretaris Kecamatan Kuta, Made Agus Suantara mengungkapkan bahwa penumpukan sampah diduga dipicu oleh tingginya produksi sampah dari sektor pariwisata, seperti hotel, restoran, kafe (horeka), pedagang kaki lima, UMKM, hingga toko berjaringan. Mayoritas sampah yang dihasilkan berupa sampah makanan yang tercampur, sehingga tidak dapat diangkut oleh DLHK.

“Situasi ini terjadi karena sampah yang dihasilkan banyak yang tercampur sehingga tidak diangkut. Padahal kami sudah menyediakan titik-titik atau tempat pengumpulan sampah di masing-masing wilayah kelurahan, namun yang memanfaatkan justru sebagian besar hanya warga. Sementara hampir 60 persen masyarakat sudah melakukan pemilahan,” jelasnya, Selasa (5/5).

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Luncurkan DEB Besakih, Dorong Energi Terbarukan dan Kesejahteraan Masyarakat Hulu Bali

Ia menambahkan, kendala utama justru berasal dari pemilik kos-kosan serta pelaku usaha, khususnya pedagang kaki lima dan rumah makan, yang belum melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Kondisi wilayah Kuta yang sempit namun padat penduduk juga memperparah situasi. “Banyak tempat usaha makanan tidak memiliki tempat pengolahan sampah. Setelah berjualan, sampah hanya diikat plastik lalu dibuang ke titik-titik tertentu, bahkan di pinggir jalan dalam kondisi masih tercampur. Inilah yang menyebabkan penumpukan,” ujarnya.

Akibatnya, sampah yang tidak terangkut selama tiga hari terus menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Jika hal itu dibiarkan, hal ini akan mencoreng citra Kuta sebagai destinasi pariwisata. “Banyak tamu sampai menutup hidung saat melintas karena baunya sangat menyengat. Ini tentu menjadi perhatian serius kami,” tegasnya.

Baca Juga:   Sambut Wisatawan Mancanegara, South Beach Gaungkan Kuta Kembali

Untuk mengatasi kondisi tersebut, pihak kecamatan meminta dukungan DLHK Badung agar menurunkan truk ke lapangan. Dalam satu hari, ditargetkan sekitar belasan truk dapat mengangkut sampah dari titik-titik liar yang tersebar.

Adapun lokasi penumpukan terbanyak berada di Kelurahan Kuta dengan sekitar 10 titik, disusul Tuban sebanyak 6 titik, dan Legian 2 titik. Titik terparah berada di Jalan Satria dan Jalan Kediri yang merupakan kawasan padat dengan aktivitas kos-kosan dan pedagang kaki lima. “Jalan Kediri ini memang padat, sepanjang jalan didominasi usaha makanan. Edukasi sudah kami lakukan, namun masih ada yang membandel membuang sampah di trotoar atau depan tempat usaha,” katanya.

Terkait fasilitas pengumpulan sampah, sebelumnya telah disediakan tiga titik utama di Kantor Lurah, Pasar Seni, dan Pujasera. Namun, titik di Pujasera terpaksa ditutup karena tidak mampu menampung volume sampah dan keterbatasan tenaga pengelola.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Hadiri Evaluasi Percepatan Pengelolaan Sampah Sektor Pariwisata

Sebagai solusi, pihak kecamatan akan membuka titik baru di Jalan Kubu Anyar. Lahan tersebut telah mendapat izin dari Bendesa Adat Kuta untuk digunakan sebagai lokasi pengelolaan sekaligus edukasi pemilahan sampah. Sementara ini, sampah yang berhasil dikumpulkan dibawa ke TPST Mengwi. Ke depan, jika ditemukan sampah liar, akan diarahkan ke lahan milik desa adat Kuta tersebut.

Upaya pembersihan dilakukan tidak hanya bersifat sementara. Mulai malam hari, seluruh stakeholder termasuk kelian dan LPM di masing-masing kelurahan dikerahkan untuk menjaga titik-titik rawan agar tidak kembali dipenuhi sampah. “Sekarang sudah mulai bersih, harus dijaga. Kami juga sudah instruksikan satgas, jika menemukan warga yang membuang sampah sembarangan akan ditindak dan diberikan sanksi,” tegasnya. (BC5)