Pemkab Badung Rancang Tradisi Ngaben Bikul, Pascapuluhan Hektare Sawah Rusak

0
273
Ngaben bikul
Kadisperpa Badung, I Wayan Wijana. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung tengah merancang pelaksanaan upacara ngaben bikul atau ngaben tikus. Langkah ini diambil menyusul maraknya serangan hama tikus yang merusak puluhan hektare sawah di wilayah Badung hingga menyebabkan gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disdperpa) Badung, I Wayan Wijana mengatakan, serangan hama tikus tidak hanya terjadi di Badung, melainkan juga di sejumlah daerah di Bali. Namun, kondisi di Badung dinilai cukup mengkhawatirkan. “Sudah banyak diserang, makanya pemkab Badung berencana mengusir tikus secara niskala,” ujar Wijana, Selasa (26/8).

Baca Juga:   Lomba Ogoh-ogoh, DPRD Badung Dukung Pemberdayaan Undagi Lokal

Berdasarkan pendataan penyuluh pertanian lapangan (PPL), dari total 9 ribu hektare lebih sawah di Badung, sekitar 49,57 hektare terdampak hama tikus. Serangan tersebut tersebar di beberapa kecamatan, diantaranya Mengwi seluas 24 hektare, Abiansemal (12,4 hektare), dan Petang sebanyak 13 hektare.

“Jadi sesuai hasil pendataan penyuluh pertanian lapangan (PPL), serangan tikus menyebabkan gagal panen seluas 49,57 hektar,” ungkapnya.

Meski terjadi gagal panen, Wijana menegaskan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanganan. Beberapa diantaranya dengan mendorong subak untuk menggelar gerakan pengendalian tikus, memberikan bantuan pestisida racun tikus, serta mengupayakan perlindungan melalui asuransi pertanian.

Baca Juga:   Warga Sakit dan Lansia di Negari Dapat Bantuan

“Selain tikus ada juga serangan hama kresek. Namun sudah berikan kami bantuan pestisida,” terangnya.

Ia juga mengimbau petani menjaga kebersihan saluran irigasi agar tidak menjadi sarang tikus. Pemkab Badung bahkan akan membantu subak dengan menyediakan mesin pemotong rumput untuk pembersihan aliran sungai.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengungkapkan, tradisi ngaben bikul akan kembali digelar pada tahun 2026. Upacara yang terakhir dilaksanakan pada 2020 ini diyakini dapat menetralisir gangguan hama tanaman secara niskala. “Untuk ngaben bikul ini sedang kami bahas dari sisi penganggaran dan dari serta waktu pelaksanaan,” ujar Sudarwitha.

Baca Juga:   Mamah Oday, Srikandi Penjaga 900 Spesies Tanaman Obat Nusantara

Ia menambahkan, tidak menutup kemungkinan tradisi tersebut akan dilaksanakan secara rutin, misalnya lima tahun sekali, sesuai arahan Bupati Badung dan kebutuhan di lapangan. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini