Beranda Umum Pembongkaran Tembok GWK Berlanjut, Dipastikan Dibuka Penuh

Pembongkaran Tembok GWK Berlanjut, Dipastikan Dibuka Penuh

0
Pembongkaran
Proses pembongkaran tembok GWK di Jalan Magada, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kamis (2/10). (ist)

balibercerita.com –
Proses pembongkaran tembok GWK Cultural Park yang menutup akses masyarakat dipastikan terus berlanjut. Jika sebelumnya hanya dilakukan pada tembok yang menutupi pintu keluar-masuk rumah warga, kini pembongkaran merambah seluruh tembok di sepanjang Jalan Magada, Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Kuta Selatan.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat ditemui, Jumat (3/10), menegaskan bahwa pembongkaran akan dilakukan sepenuhnya sesuai hasil pertemuan bersama Gubernur Bali, Wayan Koster dan manajemen GWK. Namun, pihak manajemen meminta waktu untuk menyelesaikan proses tersebut.

“Yang membongkar itu kan GWK langsung, hanya pada waktu itu GWK sempat minta waktu, karena kan dia harus mencari kontraktor dulu kan untuk melakukan pembongkaran,” ujarnya.

Baca Juga:   Jelang KTT G20, Kemenkumham Cek Kesiapan Petugas Imigrasi Ngurah Rai 

Adi Arnawa mengakui, pada tahap awal, pembongkaran hanya menyasar beberapa titik yang menutup akses rumah dan gang warga. Namun kini proses tersebut dilanjutkan agar akses jalan kembali terbuka.

“Sudah mulai ada pembongkaran (lanjutan), dan itu pun, itu tembok itu akan ditembok, digeser di sebelah, sehingga akses jalan itu akan milik masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menyebutkan, manajemen GWK berkomitmen melaksanakan pembongkaran secara mandiri, sejalan dengan arahan Gubernur Bali dan dirinya saat pertemuan pada 30 September 2025.

Baca Juga:   Dinas PUPR Badung Kembali Tata Akses Pantai Bingin

“Secara prinsip pihak GWK sudah setuju dengan apa yang menjadi arahan kita, arahan Pak Gubernur dengan saya pada saat pertama itu. Kita tunggu dengan sabar dulu ya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga, Nyoman Tirtayasa mengungkapkan penderitaan yang dialami masyarakat sejak setahun terakhir akibat penutupan akses tersebut. Ia merasa sedih akses vital warga ditutup, meski kini mulai terbuka kembali hanya sedikit rasa senang dirasakan. “Kalau dibilang senang ya senang juga, tetapi juga sedikit ada keragu-raguan,” ucap Tirtayasa.

Baca Juga:   Mangrove Benoa Mati Mendadak, Pertamina Patra Niaga Pastikan Tak Ada Kebocoran BBM di Sekitar Tol Bali Mandara

Menurutnya, sesuai rekomendasi DPRD Bali pada 22 September 2025, seluruh tembok GWK di Banjar Giri Dharma semestinya dibongkar. Namun saat ini baru sebagian yang dibuka.

“Harapan saya, ke depannya supaya tembok-tembok ini semuanya di bongkar sesuai dengan rekomendasi dari DPRD Provinsi Bali. Alangkah baiknya, kami merasakan rasa aman, nyaman, tentram, senang, happy-lah jika kami diberikan jalan sebagai fungsi sosial,” paparnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini