Antisipasi Banjir, Pemkab Badung Genjot Normalisasi Sungai dan Dam

0
165
Antisipasi
Pembersihan Dam Kesambi di Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Jumat (3/10). (ist)

balibercerita.com –
Pemkab Badung terus menggencarkan normalisasi sungai dan dam sebagai upaya antisipasi banjir. Salah satu titik yang menjadi perhatian yakni Dam Kesambi di Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara. Kegiatan ini difokuskan untuk membersihkan sampah serta sedimentasi yang menumpuk.

Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana mengatakan, normalisasi Dam Kesambi dilakukan setelah adanya laporan masyarakat mengenai penumpukan sampah dan pendangkalan aliran. “Dari hasil pengerukan, ditemukan sekitar 6 ton lumpur dan sampah, atau setara 2 dump truk,” ujar Eka Permana, Jumat (3/10).

Baca Juga:   Bali Interfood 2025 Siap Dongkrak Sektor Mamin dan Pariwisata

Ia menjelaskan, proses normalisasi dibantu petugas dari Dinas PUPR dan DLHK Badung. Pembersihan ini sudah dilakukan dua tahap, terakhir sejak Kamis (2/10).

“Sekitar 4 bulan lalu sudah pernah dikeruk, namun karena aliran sungai kembali tersumbat sampah dan lumpur, kami mohon bantuan alat berat lagi untuk normalisasi,” ungkapnya.

Plt. Kepala Dinas PUPR Badung, I Nyoman Karyasa membenarkan normalisasi dilakukan di sejumlah titik sungai dan dam di wilayah Badung. Kegiatan ini diakui merupakan instruksi Bupati dan Wakil Bupati Badung agar saluran air siap menghadapi musim hujan.

Baca Juga:   Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang, 23 Orang Masih dalam Pencarian

“Volume drainase sudah diperbesar agar memiliki kapasitas lebih dan secara rutin kami melakukan pemeliharaan, baik drainase jalan, saluran pembuang, hingga sungai. Normalisasi ini dilakukan berkala, termasuk di Kuta Utara dan juga beberapa titik di Kuta Selatan seperti Jimbaran,” terang Karyasa.

Sebelumnya, Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Badung, Anak Agung Rama Putra menyebutkan, pihaknya mengerahkan sebanyak 22 alat berat untuk mempercepat proses normalisasi di berbagai titik aliran sungai sebagai upaya antisipasi banjir. Ia menjelaskan bahwa beberapa alur sungai yang sudah dibersihkan antara lain Sungai Penet dan Yeh Poh. Saat ini, penanganan juga tengah dilakukan di Tukad Mati.

Baca Juga:   Kendati Belum Ada Sanksi, QR Code PeduliLindungi Wajib Diimplementasikan

“Kami tidak menghitung (jumlah sampah), kami hanya melakukan pendalaman, dan sampah untuk sementara diberikan membawa ke TPA Suwung,” ungkap Rama Putra. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini