Mangupura, balibercerita.com –
Desa Adat Pecatu, salah satu kawasan tujuan wisata unggulan di Bali Selatan, memperkuat sistem keamanannya dengan teknologi modern. Kamera pengawas (CCTV) dipasang di titik-titik strategis wilayah desa demi memberikan rasa aman tak hanya kepada warga lokal, tapi juga wisatawan domestik dan mancanegara yang datang berkunjung.
Menurut rencana, ada ratusan CCTV yang dipasang. Proses pemasangan telah dimulai beberapa waktu lalu dan hingga Mei jumlah yang terpasang telah mencapai puluhan.
Langkah ini dipelopori oleh Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta sebagai upaya serius menjawab tantangan keamanan yang kian kompleks di kawasan wisata yang padat aktivitas. “Pecatu adalah kawasan yang setiap hari dikunjungi ribuan wisatawan. Sudah seharusnya kami menjamin rasa aman mereka. Kamera CCTV ini bukan hanya untuk internal desa, tapi juga bentuk tanggung jawab terhadap tamu-tamu yang datang,” ujar Sumerta.
Pemasangan CCTV disesuaikan dengan kebutuhan tiap banjar. Lokasi pemasangan mencakup area pura, catus pata (simpang empat), tempat suci seperti setra (kuburan), serta akses masuk menuju pemukiman dan kawasan wisata.
Sistem ini juga didukung aplikasi berbasis ponsel yang langsung terhubung ke pecalang. Dengan sistem ini, mereka dapat memantau kondisi wilayah secara real-time dan merespons dengan cepat jika ada kejadian mencurigakan.
“Jika ada potensi gangguan, pecalang bisa langsung bergerak. Ini sangat efektif, apalagi untuk wilayah wisata seperti Pecatu yang luas dan dinamis,” tambahnya.
Selama beberapa minggu sejak sistem ini berjalan, sudah ada sejumlah kejadian pelanggaran ringan yang berhasil dipantau dan ditangani. Sumerta menekankan bahwa pendekatan yang diambil tetap berbasis budaya lokal: pembinaan dan edukasi terlebih dahulu, kecuali jika pelanggaran berulang.
Menurutnya, sistem ini adalah bagian dari strategi jangka panjang menjaga citra Pecatu sebagai destinasi wisata yang aman dan ramah. “Kami ingin wisatawan merasa nyaman, tidak khawatir ketika beraktivitas di desa ini. Apalagi Pecatu memiliki banyak titik spiritual dan wisata alam yang dikunjungi setiap hari,” tegas Sumerta, yang juga anggota DPRD Badung.
Pemasangan CCTV dan pengembangan sistem pemantauan ini sepenuhnya didanai oleh Desa Adat Pecatu sebagai bentuk investasi bagi keamanan dan kenyamanan lingkungan, yang pada akhirnya juga mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
“Keamanan bukan hanya untuk warga, tapi juga untuk mendukung ekosistem pariwisata yang sehat. Ini langkah nyata kami menjaga nama baik Bali,” pungkasnya. (BC5)

















