balibercerita.com –
Kondisi Pantai Kuta, yang selama ini menjadi ikon wisata andalan Kabupaten Badung, kini semakin memprihatinkan. Selain abrasi yang terus menggerus garis pantai, keberadaan pedagang yang berjualan tanpa penataan membuat kawasan tersebut tampak semrawut.
Dari pantauan di lapangan, ombak pasang pada Kamis (6/11), kembali merusak area pedestrian dan menggeser sejumlah bagian konstruksi di sepanjang pantai. Kerusakan ini menambah panjang daftar persoalan yang dihadapi Pantai Kuta selama beberapa tahun terakhir.
Menyikapi hal ini, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan komitmennya untuk menata kembali kawasan Pantai Kuta agar dapat kembali menarik minat wisatawan. Adi Arnawa secara terbuka mengakui bahwa kondisi Kuta saat ini tertinggal dibanding kawasan wisata lain di Bali. Ia bahkan menilai penataan Pantai Sanur jauh lebih baik dan mampu memberikan rasa nyaman bagi wisatawan.
“Mohon maaf, tapi kami harus jujur. Sekarang okupansi hotel di Sanur bagus karena wisatawannya merasa nyaman. Padahal, Kuta tidak jauh berbeda. Kalau Kuta bisa ditata dengan baik, saya yakin bisa mengalahkan Sanur,” ujarnya usai menyerahkan bantuan hari raya keagamaan secara simbolis di Kecamatan Abiansemal, Senin (10/11).
Namun menurutnya, upaya pembenahan kawasan Kuta tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Adi Arnawa menilai, partisipasi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan agar penataan berjalan efektif.
“Pemerintah sudah mulai bergerak. Tahun ini Balai Wilayah Sungai (BWS) telah melakukan penambahan pasir untuk memperlebar sempadan pantai sebagai langkah awal penanggulangan abrasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, bupati asal Pecatu ini memaparkan bahwa pada tahun 2026, Pemkab Badung berencana memperluas program penataan. Rencana tersebut mencakup penambahan volume pasir, pembangunan pedestrian, dan penyediaan fasilitas publik dari kawasan Tuban hingga Pererenan agar kawasan pesisir menjadi satu hamparan tertata yang lebih menarik bagi wisatawan.
Selain perbaikan fisik, Adi Arnawa juga menyoroti persoalan ketertiban pedagang di sepanjang Pantai Kuta. Ia menegaskan bahwa penataan pedagang menjadi bagian penting dari upaya revitalisasi agar kawasan tidak kembali kumuh.
“Kami paham masyarakat butuh penghidupan, tapi bukan berarti boleh seenaknya memanfaatkan ruang publik. Kalau dibiarkan kumuh, wisatawan pasti enggan datang. Akibatnya, ekonomi masyarakat sendiri yang rugi,” tegasnya.
Bupati Adi Arnawa juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk turut berperan aktif mengembalikan kejayaan Pantai Kuta sebagai destinasi unggulan Bali. “Pemerintah akan komit mendukung program penataan Kuta. Tapi keberhasilan itu hanya bisa dicapai kalau semua pihak bergerak bersama,” jelasnya. (BC9)
















