
balibercerita.com –
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/Kepala BP2MI, Drs. H. Mukhtarudin melakukan kunjungan kerja strategis ke Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Mediterranean Bali pada Kamis (2/4). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kesiapan tenaga kerja terampil Indonesia dalam merespons tingginya permintaan pasar global, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Mukhtarudin didampingi oleh Dirjen Penempatan, Ahnas, Direktur Kelembagaan Penempatan KP2MI, Yusuf Setiawan, serta Anggota Komisi VI DPR RI dapil Bali, Gede Sumarjaya Linggih. Kehadiran rombongan disambut langsung oleh pimpinan LPKS Mediterranean Bali, AA Gede Abdiarta dan Executive Director, Ni Luh Gede Intan Purwitasari.
Dalam kunjungannya, Menteri Mukhtarudin diajak meninjau langsung berbagai fasilitas di Gedung LPKS Mediterranean Bali, melihat proses praktik mahasiswa, hingga memantau alur perekrutan penempatan kerja yang didukung oleh PT Las Olas Indonesia. Ia mengaku terkesan dengan standar yang diterapkan oleh lembaga tersebut.
Menurutnya, Mediterranean Bali melampaui ekspektasinya terhadap sebuah lembaga pelatihan kerja. ”Awalnya ekspektasi saya tidak sebagus ini. Namun, setelah melihat langsung, LPKS Mediterranean Bali sangat luar biasa. Barangkali ini LPK pertama dengan fasilitas dan instruktur paling lengkap yang pernah saya lihat,” ujar Mukhtarudin.
Ia menegaskan bahwa lembaga ini patut menjadi contoh bagi LPK lain di Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak skilled workers (pekerja terampil) yang siap bersaing di ekosistem global.
Sementara itu, Executive Director Mediterranean Bali, Ni Luh Gede Intan Purwitasari menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi motivasi besar bagi pihaknya untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan. ”Kami merasa terhormat atas kehadiran Bapak Menteri. Ini adalah dorongan bagi kami untuk terus menjaga ekosistem pelatihan agar masyarakat Indonesia semakin kompeten dan mampu bersaing di dunia hospitality internasional,” ungkap Intan.
Lebih lanjut Intan menyebutkan, jumlah peserta latih di LPKS Mediterranean Bali tahun akademik 2025/2026 sebanyak 2.233 orang. Para peserta latih ini nantinya akan mengikuti program on the job training pada bulan Juni 2026.
“Untuk on the job training mereka akan ditempatkan di hotel bintang empat dan lima. Sementara, untuk penempatan kerja ada di kapal pesiar dan hotel luar negeri, baik di Eropa maupun Amerika,” jelasnya.
Saat ini, LPKS Mediterranean Bali memiliki lima kampus cabang, yaitu Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem dan Singaraja. LPKS Mediterranean Bali menawarkan berbagai program studi Perhotelan dan Kapal Pesiar (1-2 tahun) yang berfokus pada praktik, meliputi Food Production (Culinary), Food & Beverage Service, Housekeeping, Front Office, dan Bartending. (BC18)
















