Hari Kedua Pencarian, ABK Kapal Turmalin Ditemukan Mengapung Dekat Lokasi Speedboat Terdampar

0
3
ABK Kapal Turmalin
Petugas mengevakuasi jenazah korban. (ist)

balibercerita.com –
Operasi pencarian terhadap Rafles Tafa Kusuma (17), anak buah kapal (ABK) Kapal Turmalin 384310 yang dilaporkan hilang setelah terjatuh ke laut di kawasan Pantai Pasir Putih Banyu Wedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian atau pada Kamis (2/7).

Tim SAR gabungan menemukan jasad korban mengapung di sekitar kawasan mangrove, hanya sekitar 5 meter ke arah tenggara dari lokasi ditemukannya speedboat yang sebelumnya digunakan korban. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan menjelaskan bahwa operasi SAR hari kedua dimulai sejak pagi hari dengan mengerahkan 1 unit rubber boat Basarnas beserta 5 personel.

Baca Juga:   Ini Perkiraan Musim Hujan di Bali 

“Pada pukul 08.05 Wita kami melaksanakan pencarian sorti pertama menggunakan rubber boat Basarnas sesuai rencana operasi yang telah disusun,” ujarnya.

Saat proses penyisiran berlangsung, tim search and rescue unit (SRU) laut menerima informasi dari seorang nelayan yang melihat sosok tubuh mengapung di sekitar vegetasi mangrove. Mendapat laporan tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan jasad berjenis kelamin laki-laki dalam posisi terlentang, mengenakan baju biru dan celana pendek biru. Setelah dievakuasi ke darat, pihak keluarga melakukan identifikasi dan memastikan bahwa jasad tersebut adalah Rafles Tafa Kusuma.

Baca Juga:   BUPDA Kuta, Optimalisasi Potensi dan Peluang Ekonomi di Kampung Turis

Selanjutnya, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI Buleleng menuju RSUD Buleleng pada pukul 10.23 Wita untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, Rafles dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke laut di Pantai Pasir Putih Banyu Wedang pada Selasa (30/6) dini hari, sekitar pukul 00.30 Wita.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban terakhir kali terlihat pada Senin malam sekitar pukul 21.00 Wita. Saat itu ia turun dari Kapal Turmalin 384310 menuju pantai menggunakan speedboat berwarna oranye. Korban disebut berada dalam kondisi mabuk.

Hingga keesokan harinya, korban tidak kembali ke kapal. Warga kemudian menemukan speedboat yang digunakannya dalam kondisi terdampar di pesisir pantai, sementara keberadaan korban tidak diketahui sehingga memicu operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.

Baca Juga:   Tekan Penyebaran HIV/AIDS, KPA Denpasar Gelar Temu Informasi Bersama Konselor 

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, TNI AL, Polairud Polres Buleleng, Polairud Polda Bali, KPLP Pos Pengamatan, Polsek Gerokgak, BPBD Buleleng, Satpol PP Gerokgak, Babinsa Pejarakan, Bhabinkamtibmas setempat, Bhuana Bali Rescue, PMI Buleleng, serta keluarga dan rekan korban. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup setelah seluruh proses evakuasi dan penyerahan kepada pihak keluarga selesai dilaksanakan. (BC5)