Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, 137 Luka dan Lebih dari 5.600 Warga Mengungsi

0
8
Gempa NTT
Bantuan berdatangan untuk membantu korban gempa NTT. (ist)

balibercerita.com – 

Dampak gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus didata. Hingga Minggu (16/8) sore, tercatat 53 orang meninggal dunia, 137 warga mengalami luka-luka, sementara lebih dari 5.600 orang terpaksa mengungsi.

Berdasarkan data sementara BNPB, korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang. Korban meninggal lainnya tercatat di Sikka sebanyak empat orang, Ende dua orang, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat dan Nagekeo.

Selain korban jiwa, sebanyak 137 warga mengalami luka-luka. Mereka telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat.

Baca Juga:   Pemkab Badung Kembali Gelontorkan Bantuan Hari Raya Galungan, Ringankan Beban 83 Ribuan KK Umat Hindu

Kerusakan bangunan juga cukup signifikan. Data sementara mencatat 154 rumah mengalami rusak berat, 49 rumah rusak sedang dan 38 rumah rusak ringan. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan dan bangunan publik lainnya.

Di tengah proses penanganan darurat, pendataan warga terdampak dan pengungsi masih terus dilakukan. Hingga Minggu (16/8), sebanyak 5.488 warga tercatat mengungsi secara terpusat.

Sementara itu, 171 warga lainnya memilih mengungsi secara mandiri. Dengan demikian, sedikitnya 5.659 jiwa telah meninggalkan rumahnya untuk mencari tempat yang lebih aman.

Baca Juga:   Prof. Tirka Widanti Jabat Rektor UNR 2026-2030, Didampingi Dua WR Muda

Situasi juga masih diwarnai aktivitas gempa susulan. BNPB mencatat sebanyak 995 kali gempa susulan terjadi, dengan 46 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Kondisi tersebut membuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) serta pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas pemerintah.

Kepala BNPB bersama jajaran kementerian/lembaga terkait telah berada di wilayah terdampak untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan darurat. Selain pencarian dan pertolongan korban, pemerintah juga terus memastikan kebutuhan para pengungsi, terutama pangan dan logistik, dapat terpenuhi.

Sejumlah bantuan telah dikirim ke wilayah terdampak melalui jalur darat maupun udara. Salah satunya bantuan logistik dari pemerintah pusat yang tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8). Total bantuan yang telah dikirim mencapai 4.925 paket sembako.

Baca Juga:   Laksana Becik Gelar Edukasi Kepedulian Lingkungan di SD Nomor 12 Jimbaran 

Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan ke sejumlah kabupaten terdampak sesuai hasil asesmen kebutuhan di lapangan. BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur gabungan terus melakukan pendataan serta koordinasi untuk memastikan proses evakuasi, pelayanan kesehatan, distribusi logistik dan penanganan pengungsi berjalan secara cepat dan tepat sasaran.

Pemerintah juga masih memperbarui data dampak gempa seiring proses asesmen di lapangan. Karena itu, jumlah korban maupun kerusakan berpotensi berubah mengikuti hasil pendataan terbaru. (BC5)