balibercerita.com –
Perayaan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Bali tak hanya berlangsung dalam suasana seremonial. Konsulat Jenderal India di Bali menjadikan momentum tersebut sebagai panggung perjumpaan budaya India dan Bali melalui seni, komunitas, dan hubungan antarmasyarakat.
Perayaan yang digelar di halaman Konsulat Jenderal India di Bali, Sabtu (15/8), diawali dengan pengibaran Sang Tricolour oleh Konsul Jenderal India di Bali, Dr. Shashank Vikram. Upacara diawali dengan lantunan Vande Mataram dan dilanjutkan dengan lagu kebangsaan India.
Namun, perhatian dalam perayaan ini juga tertuju pada suguhan seni yang membawa kekayaan tradisi India lebih dekat dengan masyarakat Bali. Penampilan Bharatanatyam oleh Meenakshi Krishnesh dari Bengaluru menjadi salah satu atraksi utama. Seni tari klasik India tersebut kemudian dilanjutkan dengan lagu spesial dari para siswa One Earth School.
Tidak kalah menarik, para siswa Swami Vivekananda Cultural Centre (SVCC) Bali turut menampilkan Kathak. Dua bentuk seni klasik India itu memberikan warna tersendiri sekaligus memperlihatkan keberagaman tradisi seni yang diwariskan lintas generasi.
Kehadiran sejumlah tokoh Bali semakin memperkuat nuansa pertemuan budaya tersebut. Di antaranya penerima penghargaan Padma Shri Ida Rsi Putra Manuaba dan Prof. Dr. I Wayan Dibia, Prof. Dr. I Made Bandem, pemimpin komunitas Dawoodi Bohra, anggota Korps Konsuler di Bali, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Bali.
Sambutan Gubernur Bali yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Dr. drh. Luh Ayu Aryani, M.P., juga menyoroti eratnya hubungan India dan Indonesia. Hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga tumbuh dari interaksi masyarakat, pertukaran budaya, dan kedekatan historis antara India dan Bali.
Pesan Presiden India, Droupadi Murmu dalam rangka Hari Kemerdekaan India ke-80 turut dibacakan oleh Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram. Pesan tersebut menyoroti pencapaian India selama delapan dekade sekaligus visi mewujudkan Viksit Bharat atau India Maju pada 2047. Dalam pesannya, Presiden Murmu juga mengajak generasi muda mengambil peran dalam pembangunan India menuju negara yang sejahtera, inklusif, dan mandiri.
Selain pertunjukan seni, perayaan diisi dengan peresmian Pameran Vande Mataram serta pelepasan balon Triwarna. Penghargaan juga diberikan kepada pemenang kompetisi fotografi India Through My Lens dan kampanye My India, My Story.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang diplomasi budaya. Di Bali, kemerdekaan India dirayakan sekaligus dengan mempertemukan masyarakat, seniman, komunitas, dan para sahabat India dalam suasana kebersamaan.
Melalui pertukaran budaya dan keterlibatan masyarakat, Konsulat Jenderal India di Bali menegaskan komitmennya untuk terus mempererat hubungan India dan Indonesia, dengan Bali menjadi salah satu ruang penting dalam membangun kedekatan kedua bangsa. (BC5)


















