Dua Jenazah Ditemukan di Hari Kedelapan Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

0
240
KMP Tunu Pratama Jaya
Proses evakuasi jenazah oleh tim SAR gabungan di perairan Jembrana. (ist)

Mangupura, balibercerita.com –
Upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terus dilanjutkan oleh tim SAR gabungan. Memasuki hari kedelapan pencarian pada Rabu (9/7), dua jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari Selat Bali oleh tim SAR yang bekerja sama dengan nelayan setempat.

Deputi Operasi SAR Basarnas, R. Eko Suyatno, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dalam konferensi pers pagi ini menyampaikan bahwa jenazah pertama ditemukan nelayan di sekitar Pantai Pebuahan pada pukul 07.00 Wita. Evakuasi dilakukan oleh personel Basarnas menggunakan perahu karet pukul 07.54 Wita dengan titik koordinat 08°21’33.06″S 114°31’40.86″E.

Jarak ke LKP (last known position) yaitu 13,48 NM dengan arah 149 derajat. Ciri-ciri korban antara lain laki-laki, mengenakan celana pendek biru dan kaos hitam. Jenazah dibawa ke RSUD Negara pukul 08.25 Wita untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Baca Juga:   Gempa M5,7 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali

Jenazah kedua ditemukan nelayan di Pantai Pengambengan sekitar pukul 06.00 Wita, dengan waktu evakuasi 08.30 Wita. Koordinat: 08°21.551’S 114°31.681’E dengan jarak ke LKP 15,8 NM, arah 148,7 derajat. Korban dibawa ke RSUD Negara pada 09.50 Wita untuk proses identifikasi.

Setelah dilakukan evakuasi ke RSUD Negara, kedua jenazah dipindahkan ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI Polri.

Baca Juga:   Pemerintah Inggris Tawarkan Badung Kerja Sama Pendidikan dan Digitalisasi

R. Eko Suyatno menambahkan bahwa pada hari kedelapan ini upaya pencarian masih difokuskan di sektor selatan oleh satuan pencari dari udara (SRU udara), laut (SRU laut), dan darat (SRU darat). Di sisi lain, SRU bawah air (underwater) kembali melakukan pengambilan data bawah laut.

KRI Pulau Fanildo 732 juga turut melakukan pemindaian menggunakan side scan sonar dari sisi selatan ke utara, mengikuti arah dominasi arus laut. Selain itu, Ketua KNKT Soejanto Tjahjono menyampaikan bahwa KN Masalembo dari Distrik Navigasi Kelas I Surabaya telah bergabung dalam operasi dan akan menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) untuk mendeteksi objek bawah air.

Baca Juga:   Pemeriksaan Bagasi di Bandara Ngurah Rai Kini Makin Praktis

Cuaca menjadi kendala utama dalam proses pencarian ini. Data BMKG menunjukkan kondisi cuaca berawan tebal dengan kecepatan angin antara 4 sampai 25 knots, tinggi gelombang mencapai 2,5 hingga 4 meter, serta arus permukaan yang cukup kuat, sekitar 2,4 m/s.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi hari kedelapan ini melibatkan puluhan institusi, termasuk Basarnas, TNI AL, Polri, BMKG, Kementerian Perhubungan, relawan SAR, dan masyarakat nelayan. Upaya pencarian masih terus berlanjut dengan harapan seluruh korban dapat segera ditemukan dan dievakuasi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini