
balibercerita.com –
Hujan yang terjadi sejak Selasa (9/9), memicu bencana di sejumlah titik di Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Rabu (10/9). Bencana paling menyedot perhatian adalah tergerusnya tanah di kuburan atau Setra Bongan hingga menyebabkan sejumlah jasad terlihat di permukaan.
Tokoh masyarakat setempat yang juga anggota DPRD Tabanan, Ni Made Rai Santini mengatakan, setra yang diempon empat banjar tersebut berlokasi di Banjar Bongan Lebah Belodan. Ada sejumlah jenazah yang terlihat akibat kuburannya tergerus.
“Dari beberapa yang terlihat itu, saya lihat tadi yang paling atas itu adalah (jenazah) ketika covid, karena masih pembungkusnya plastik yang orange itu. Itu juga berarti yang baru-baru ini juga sudah tergerus oleh air,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari informasi warga yang rumahnya berada dekat setra, peristiwa ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu, sejumlah warga mendengar suara gemuruh, yang setelah dicek ternyata berasal dari kuburan yang tergerus.
Sebagai langkah penanganan, untuk sementara, krama adat setempat kembali menguburkan jasad-jasad yang tergerus. Selain itu, kuburan juga ditutupi dengan terpal. Sebelum mengambil langkah tersebut, krama adat melaksanakan upacara matur piuning atau memohon izin melaksanakan penguburan. Upaya matur piuning juga dilaksanakan di pura kahyangan setempat.
Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah terkait bencana ini dan berharap pemerintah segera mengatensinya. Hal ini mengingat bencana susulan berpeluang kembali terjadi. Pihaknya berharap pemerintah dapat membangun senderan di kawasan setra untuk mengantisipasi tanah longsor sekaligus mencegah tergerusnya kembali tanah kuburan.
Di lokasi terpisah, tepatnya di Banjar Bongan Jawa, tembok sejumlah rumah warga tergerus banjir. Kemudian, di Banjar Bongan Gede, dua sepeda motor terdampak banjir. “Kami sudah mengatensinya bersama warga untuk melaksanakan gotong royong menanganinya,” katanya. (BC13)

















