Hari Kesepuluh Operasi SAR, Tim SAR Gabungan Temukan Dua Jenazah di Perairan Selat Bali

0
291
KMP Tunu Pratama Jaya
Petugas Basarnas saat memindahkan jenazah ke kapal induk SAR. (ist)

Banyuwangi, balibercerita.com —
Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah yang diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada hari kesepuluh operasi pencarian, Jumat (11/7). Kedua jenazah ditemukan di dua lokasi berbeda di perairan Selat Bali.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, selaku SMC (SAR Mission Coordinator) menyampaikan bahwa jenazah pertama ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB, mengapung di perairan Muncar. Jenazah dievakuasi ke darat melalui Pelabuhan Perikanan Muncar menggunakan RIB milik Pos SAR Banyuwangi sekitar pukul 09.50 WIB.

Baca Juga:   Saat Suplai Listrik di Bali Padam, Operasional Bandara Ngurah Rai Gunakan Genset

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 11.19 WIB, tim dari KN SAR 249 Permadi menemukan satu jenazah lainnya di perairan Blimbingsari. Jenazah tersebut dievakuasi menggunakan sekoci ke atas kapal, lalu dibawa ke darat melalui Pantai Boom. “Kedua jenazah saat ini telah dibawa ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi oleh tim DVI Polri,” ujar Eko Suyatno.

Pada hari kesepuluh pencarian ini, upaya pencitraan bawah air kembali dilakukan oleh KRI Spica 934 bersama tim ahli dari PUSHIDROSAL. Pencitraan dilakukan dalam tiga fase menggunakan alat-alat canggih seperti Magnetometer, Multibeam Echosounder, dan Side Scan Sonar.

Baca Juga:   Terpeleset Saat Buka Pintu Dam, Redun Tewas di Bawah Jembatan Sidakarya

Selain itu, KRI Pulau Fanildo 732 dan KAL Sembulungan bersama tim penyelam melakukan pencarian bawah air menggunakan ROV (Remotely Operated Vehicle). Tim KNKT yang berada di atas KN Masalembo juga melaksanakan rekonfirmasi temuan objek dengan menurunkan ROV.

Eko menjelaskan, pendeteksian terkini mengarah pada titik reff 8 yang berada di koridor aman dari lima kabel bawah laut milik PLN. Titik ini berada sekitar 3,6 kilometer dari kabel paling selatan, sehingga seluruh operasi bawah air dilakukan dengan ekstra hati-hati untuk menghindari risiko kerusakan pada infrastruktur listrik vital tersebut.

Baca Juga:   Batas Waktu Makin Dekat, 78 Perbekel di Tabanan Belum Laporkan Harta Kekayaan

Tak hanya pencarian di laut, tim SAR gabungan juga menyisir wilayah darat sepanjang pesisir Selat Bali, baik di sisi Banyuwangi maupun Bali. Pencarian darat ini melibatkan relawan dan masyarakat setempat.

Cuaca di perairan Selat Bali pada hari ini dilaporkan kurang bersahabat, dengan kondisi berawan tebal, angin kencang 6–20 knot, gelombang setinggi 2,5–4 meter, dan arus permukaan yang mencapai 2 meter per detik. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini