Banyuwangi, balibercerita.com –
Operasi pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya memasuki hari kesembilan pada Kamis (10/7). Pada pencarian Rabu (9/7) dan Kamis, ada tiga jenazah yang ditemukan, salah satunya teridentifikasi sebagai warga negara Malaysia.
Ketiga jenazah ditemukan di lokasi berbeda oleh para nelayan, kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk proses identifikasi. Pada Kamis dini hari pukul 03.00 Wita, salah satu korban ditemukan oleh seorang nelayan di Pantai Perancak.
Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 08.55 Wita dan jenazah selanjutnya dibawa ke RSU Negara sebelum dipindahkan ke RSUD Blambangan. Jasad laki-laki tersebut masih mengenakan celana jeans biru, baju kotak-kotak merah hitam, dan sepatu Converse.
Sementara itu, dua jenazah lainnya ditemukan sehari sebelumnya pada pukul 16.23 WIB, di sekitar Pantai Perpat Sembulungan oleh nelayan setempat. Keduanya dievakuasi ke Pantai Satelit Munar dan tiba pukul 22.30 WIB. Jenazah pertama berjenis kelamin laki-laki, memakai kaos hitam dan celana pendek jeans. Jenazah kedua adalah perempuan, dengan kaos hitam dan celana pendek jeans biru.
Tim DVI Polri berhasil mengidentifikasi ketiga jenazah tersebut sebagai: Korban ke-41: Novan Hardiansyah (14), warga Singojuruh, Banyuwangi. Korban ke-43: Sofian Wibowo (18), warga Banjarnegara, Jawa Tengah. Korban ke-45: Fauzey bin Awang (55), warga negara Malaysia.
Kepala Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terlibat, termasuk jajaran TNI, POLRI, relawan, BUMN, BUMD, serta masyarakat nelayan. “Terima kasih kepada SRU darat dan laut yang terus melakukan patroli serta pencarian di tengah tantangan cuaca buruk. Kami juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang aktif melapor jika menemukan objek mencurigakan,” ujar Eko.
Dalam konferensi pers, Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II turut menjelaskan bahwa KRI Spica 934 telah berhasil mendeteksi visual objek di dasar laut pada kedalaman 49 hingga 52 meter. Objek tersebut memiliki dimensi sekitar 67,4 meter panjang dan 12 meter lebar, diduga kuat sebagai badan utama kapal.
Namun, proses pemindaian lanjutan terkendala arus bawah laut yang mencapai kekuatan 3 knot, menyulitkan penurunan kamera lebih dalam. (BC5)
















