Dorong Perkembangan Ekonomi Daerah, Pemkab Buleleng Susun Peta Potensi Investasi 

0
3
Peta potensi investasi
Suasana FGD Laporan Antara Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng. (ist)

balibercerita.com –
Pemkab Buleleng tengah menyiapkan instrumen untuk memperluas peluang investasi sekaligus mendorong pengembangan ekonomi daerah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun kajian peta potensi investasi Kabupaten Buleleng.

Kajian tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai potensi investasi di setiap wilayah. Tidak hanya memuat sektor atau komoditas unggulan, peta itu juga akan menggambarkan peluang pengembangan serta tingkat kesiapan wilayah dalam menerima investasi.

Pemantapan kajian dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Laporan Antara Penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng, Kamis (3/9). Kegiatan tersebut diikuti sejumlah perangkat daerah, para camat, tim pengendali mutu (TPM), tim pelaksana, serta pihak terkait lainnya.

Baca Juga:   Jaga Stabilitas Harga Pangan Jelang Hari Raya, TPID Badung Pantau Sentra Pertanian dan Peternakan

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Buleleng, Ketut Suwarmawan menyampaikan bahwa peta potensi investasi merupakan salah satu hasil penting yang ditargetkan dari kajian tersebut. Oleh sebab itu, proses penyusunannya perlu didukung data yang akurat dan memiliki keterkaitan dengan berbagai dokumen perencanaan maupun regulasi yang berlaku di daerah.

Ia menjelaskan, data dalam kajian perlu diselaraskan dengan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), rencana tata ruang wilayah (RTRW), rencana detail tata ruang (RDTR), rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), serta ketentuan lainnya yang menjadi dasar pembangunan di Kabupaten Buleleng.

Baca Juga:   Jaga Kebersihan dan Berdayakan Warga Jadi Pesan di Tengah Tumbuhnya Usaha Kafe di Pantai Kedonganan

FGD tersebut dinilai menjadi tahapan penting untuk menguji hasil sementara kajian sekaligus menghimpun masukan dari berbagai sektor dan wilayah. Melalui forum itu, pemerintah dapat memperoleh koreksi, tambahan data, informasi, maupun sudut pandang dari pihak-pihak yang memahami kondisi di lapangan.

Suwarmawan menekankan, pemetaan investasi tidak dapat dilakukan hanya dengan mengidentifikasi sektor unggulan atau komoditas yang tersedia. Berbagai aspek pendukung juga harus menjadi pertimbangan, mulai dari kondisi infrastruktur, ketersediaan sumber daya, persoalan yang dihadapi di lapangan, hingga kesiapan masing-masing wilayah.

Baca Juga:   JETOUR Bawa Amunisi Baru ke GIIAS 2026, T1 Hybrid Tunjukkan Daya Tarik Kuat di Indonesia

Pendekatan tersebut diharapkan menghasilkan peta investasi yang lebih aplikatif. Dengan demikian, pemerintah dapat mengetahui potensi yang layak dikembangkan, lokasi yang memiliki peluang investasi, serta kebutuhan yang perlu dipenuhi untuk menunjang kegiatan investasi.

Berbagai masukan dari peserta FGD selanjutnya diharapkan dapat memperkaya dan menyempurnakan pemetaan tersebut. Aspek seperti permasalahan daerah, peluang pengembangan, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, serta faktor pendukung lainnya akan menjadi bagian yang diperhatikan dalam penyusunan kajian. (BC13)