AHY Kumpulkan Menteri dan Kepala Daerah se-Bali, Bahas Masa Depan Infrastruktur hingga Pariwisata Berkelanjutan di Bali

0
16
AHY
Agus Harimurti Yudhoyono. (ist)

balibercerita.com –
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Pulau Dewata pada 20–22 Juli 2026 untuk membahas arah pembangunan Bali ke depan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing global. Kunjungan ini tidak sekadar agenda seremonial. Pemerintah pusat membawa misi memperkuat sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Bali, mulai dari konektivitas, tata ruang, pengelolaan kawasan pesisir, hingga pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Sigit Raditya mengatakan, Bali memiliki posisi strategis sebagai destinasi wisata kelas dunia sekaligus wajah Indonesia di mata internasional. Karena itu, pembangunan Bali harus dilakukan secara terpadu dan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata.

Baca Juga:   Tim SAR Evakuasi ABK Kapal Asing dari Laut Bali, Sempat Terkendala Gelombang Tinggi

“Provinsi Bali memiliki posisi yang sangat strategis sebagai destinasi pariwisata dunia sekaligus etalase Indonesia di mata internasional. Karena itu, pengembangan wilayah Bali harus dilakukan secara terpadu dengan memperkuat sinergi antarsektor, mulai dari infrastruktur, konektivitas, tata ruang, konservasi pesisir, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Sigit pada Senin (20/7) pagi.

Puncak agenda kunjungan kerja akan berlangsung pada Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menko AHY dan akan dihadiri sejumlah menteri kabinet diantaranya Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, serta Gubernur Bali, Wayan Koster bersama para bupati dan wali kota se-Bali.

Baca Juga:   Bunda PAUD Kabupaten Badung Apresiasi Pelatihan Pencegahan Stunting Bagi Guru PAUD

Menurut Sigit, forum tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan strategi pembangunan Bali yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sosial budaya. “Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terus mendorong terciptanya kebijakan yang terintegrasi agar pembangunan wilayah Bali berjalan secara harmonis, menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sosial budaya,” jelasnya.

AHY juga dijadwalkan meninjau langsung Bali Marine Tourism Hub pada Selasa (21/7). Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan wisata maritim nasional sekaligus motor penggerak ekonomi kelautan yang mendukung sektor pariwisata Bali. Peninjauan ini diharapkan memberikan gambaran langsung mengenai potensi dan kebutuhan pengembangan kawasan maritim yang mampu meningkatkan daya saing Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia.

Baca Juga:   Ruang Publik Tersisihkan Kepentingan Modal, Akademisi Soroti Lemahnya Implementasi Hukum di Pesisir Bali

Dalam kunjungan kerja tersebut, AHY turut didampingi Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang, Nazib Faizal serta Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas, Odo R. M. Manuhutu. Melalui rangkaian agenda tersebut, pemerintah berharap terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara pusat dan daerah dalam mewujudkan Bali yang maju, berkelanjutan, serta tangguh menghadapi tantangan masa depan. Bagi Bali, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembangunan tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga menjaga alam, budaya, dan kualitas hidup masyarakat yang menjadi kekuatan utama Pulau Dewata. (BC5)